4 Racikan Kuno Diklaim Ampuh Dongkrak Gairah Hubungan Ranjang
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 23 Januari 2026
0 dilihat
Sejarah mencatat racikan kuno dipercaya meningkatkan gairah hubungan ranjang, diwariskan lintas budaya sejak peradaban awal. Foto: Repro iStockphoto
" Jejak sejarah mencatat beragam racikan kuno yang dipercaya meningkatkan gairah hubungan ranjang "

JAKARTA, TELISIK.ID - Jejak sejarah mencatat beragam racikan kuno yang dipercaya meningkatkan gairah hubungan ranjang, diramu dari bahan alam hingga hewan, dan diwariskan lintas peradaban.
Jejak pengetahuan tentang afrodisiak telah hadir sejak peradaban awal manusia. Dalam berbagai kebudayaan, upaya menjaga stamina dan keharmonisan hubungan intim kerap dihubungkan dengan konsumsi makanan atau ramuan tertentu.
Catatan sejarah menunjukkan, keyakinan ini tidak lahir dari satu wilayah saja, melainkan tersebar dari Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Selatan. Meski belum seluruhnya terverifikasi secara ilmiah modern, narasi tentang racikan kuno tersebut tetap menjadi bagian penting dari sejarah pengobatan tradisional.
Istilah afrodisiak sendiri merujuk pada zat yang diyakini mampu membangkitkan gairah seksual. Dalam mitologi Yunani, istilah ini dikaitkan dengan Aphrodite, dewi cinta dan kecantikan. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang dan diadopsi oleh berbagai budaya dengan pendekatan serta bahan yang berbeda.
Beberapa bahan dianggap wajar karena berasal dari tanaman atau makanan, sementara lainnya terkesan ekstrem karena melibatkan bagian tubuh hewan.
Baca Juga: Tak Hanya HIV, Ini 6 Bahaya Hubungan Ranjang Remaja yang Tersesat
Berikut ini empat racikan kuno yang dalam catatan sejarah diklaim ampuh mendongkrak gairah hubungan ranjang. Daftar ini dirangkum dari berbagai sumber literatur sejarah dan pengobatan klasik, tanpa menempatkannya sebagai rujukan medis masa kini.
Daftar Racikan Kuno Pembangkit Gairah
1. Ramuan Rahasia Sang Casanova
Melansir Liputan6, Jumat (23/1/2026), Giacomo Girolamo Casanova, tokoh legendaris asal Venesia abad ke-16, kerap dikaitkan dengan kisah petualangan cintanya. Dalam berbagai cerita, ia disebut memiliki ramuan khusus untuk menjaga stamina.
Salah satu bahan yang digunakan adalah ambergris, zat mirip lilin yang berasal dari sistem pencernaan paus sperma. Ambergris kala itu dicampurkan ke dalam minuman cokelat atau makanan penutup.
Meski asal-usulnya tidak lazim, bahan ini dikenal bernilai tinggi dan digunakan dalam industri parfum. Dalam catatan modern, komponen ambrein pada ambergris pernah diteliti memiliki efek stimulan pada hewan percobaan.
2. Viagra ala Romawi Kuno
Pliny the Elder, tokoh Romawi yang menulis ensiklopedia Naturalis Historia, mencatat beragam resep medis, termasuk untuk mengatasi penurunan libido. Beberapa ramuan yang ia tuliskan tergolong tidak lazim, seperti penggunaan wol yang dibasahi darah kelelawar atau bagian tubuh burung tertentu.
Resep-resep tersebut mencerminkan cara pandang masyarakat Romawi kuno yang mengaitkan kekuatan vital hewan dengan kemampuan seksual manusia. Dalam konteks sejarah, pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengobatan kala itu masih sangat dipengaruhi simbolisme.
3. Resep Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina, ilmuwan dan dokter Persia, dikenal luas melalui karya-karyanya di bidang kedokteran. Dalam salah satu catatannya, ia menyebut ramuan berbentuk kue yang diracik dari campuran otak burung, kuning telur, daging domba, sayuran, serta mentega.
Ramuan ini dipercaya dapat meningkatkan energi dan vitalitas tubuh. Resep tersebut kemudian menginspirasi Maimonides, pemikir Yahudi, yang mengadaptasinya dalam praktik pengobatan. Catatan ini menunjukkan adanya pertukaran pengetahuan lintas budaya pada masa itu.
Baca Juga: Kerap Disamakan, Begini Perbedaan Air Mani dengan Sperma
4. Kama Sutra dan Susu
Kama Sutra karya Mallanaga Vatsyayana tidak hanya membahas teknik bercinta, tetapi juga gaya hidup dan pola konsumsi yang diyakini mendukung keharmonisan pasangan. Dalam salah satu bagiannya, susu hangat yang dicampur gula disebut sebagai minuman yang baik untuk membangkitkan gairah.
Beberapa variasi bahkan menyarankan penambahan bahan lain. Kitab ini juga mencatat penggunaan tanaman seperti ashwagandha, yang dalam tradisi India dikenal sebagai penunjang vitalitas. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS