Ada Kasak-kusuk Perombakan Kabinet Prabowo Pasca Hari Raya, Sejumlah Posisi Greget untuk Diganti
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 03 April 2025
0 dilihat
Reshuffle kabinet Prabowo pasca Hari Raya mencuat, sejumlah posisi jadi sorotan. Foto: Instagram@prabowo
" Suasana politik nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025 semakin diwarnai dengan berbagai spekulasi terkait kemungkinan perombakan kabinet "


JAKARTA, TELISIK.ID - Suasana politik nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025 semakin diwarnai dengan berbagai spekulasi terkait kemungkinan perombakan kabinet.
Sejumlah pihak menilai bahwa momentum pasca Hari Raya dapat dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle terhadap menteri-menteri yang dinilai kurang berkinerja optimal.
Evaluasi terhadap pos-pos strategis dalam pemerintahan menjadi perhatian utama dalam pembahasan terkait potensi perubahan dalam jajaran kabinet.
Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farhan, menyoroti kemungkinan reshuffle yang bisa terjadi setelah Lebaran. Menurutnya, perombakan kabinet sangat mungkin dilakukan jika ada menteri yang dinilai tidak memiliki performa baik dan kurang menunjukkan kinerja optimal dalam pemerintahan Prabowo.
"Reshuffle kabinet mungkin saja dilakukan setelah lebaran. Sejumlah menteri yang performanya kurang bagus bisa saja di-reshuffle," kata Yusak, seperti dikutip dari suara.com jaringan telisik.id, Kamis (3/4/2025).
Dalam analisisnya, Yusak menyebut bahwa sektor perekonomian menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo jika reshuffle benar-benar dilakukan.
Evaluasi terhadap kementerian yang berperan penting dalam sektor ekonomi dinilai menjadi langkah yang harus dipertimbangkan.
Baca Juga: Heboh Menkeu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo, Begini Jawabannya
Pos-pos kementerian yang dianggap perlu dievaluasi antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Kementerian Pariwisata.
"Merosotnya IHSG, melemahnya rupiah, dan potensi menurunnya perputaran uang pada lebaran 2025 atau lesunya ekonomi lebaran patut menjadi perhatian presiden atas kinerja sektor ekonomi," kata Yusak.
Meski menilai Kementerian ESDM perlu dievaluasi, Yusak ragu bahwa Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle terhadap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Ia menilai posisi Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar membuatnya memiliki posisi politik yang kuat dalam pemerintahan.
"Khusus Menteri ESDM, saya ragu Presiden Prabowo berani mereshuffle Bahlil. Prabowo sangat mengandalkan dukungan Golkar, sementara Golkar kerap pasang badan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Prabowo. Ini yang membuat posisi Bahlil sebagai ketum Golkar sangat seksi, apalagi ada bayang-bayang Jokowi," kata Yusak.
Selain sektor perekonomian, evaluasi terhadap kinerja Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) juga dinilai penting. PCO berperan sebagai ujung tombak komunikasi strategis pemerintah, sehingga kinerjanya harus diperhatikan.
"Saya kira juga layak dievaluasi," kata Yusak.
Menurut Yusak, salah satu alasan evaluasi terhadap PCO adalah kinerja para juru bicara presiden yang dinilai belum optimal dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai komunikasi publik yang dilakukan oleh juru bicara kerap kali menimbulkan blunder yang dapat merugikan pemerintahan Prabowo.
"Sejak awal bekerja, jubir-jubir presiden ini belum menunjukkan performa kinerja yang bagus dan sering membuat blunder dengan pola komunikasi publik yang buruk. Akibatnya, Presiden Prabowo yang dirugikan," kata Yusak.
Yusak menegaskan bahwa Presiden Prabowo perlu memiliki keberanian dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinetnya. Menurutnya, kabinet yang gemuk harus diisi oleh individu-individu yang benar-benar mampu menerjemahkan visi dan misi pemerintahan secara cepat dan tepat.
"Sebaiknya Presiden Prabowo tidak boleh takut mengganti anak buahnya yang tidak bisa bekerja cepat. Kabinet gemuk harus diisi orang-orang yang bisa menerjemahkan visi Prabowo dengan benar dan cepat supaya tidak menjadi beban pemerintahan," kata Yusak.
Sementara Akademisi Rocky Gerung juga menyoroti kemungkinan reshuffle kabinet setelah Lebaran. Menurutnya, setelah perayaan Hari Raya, akan muncul berbagai spekulasi mengenai siapa saja yang berpotensi digantikan dalam jajaran pemerintahan.
"Ini akan ada kasak-kusuk pasti itu soal reshuffle akan ada kirim mengirim sinyal, soal siapa yang layak untuk diganti siapa yang layak untuk mengganti. Ada libur panjang tapi politik tidak libur apalagi Pak Prabowo," kata Rocky Gerung dikutip dari akun YouTube-nya Rocky Gerung Official.
Rocky menilai bahwa Presiden Prabowo harus memperhatikan berbagai situasi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Kinerja sejumlah menteri yang menuai kritik publik menjadi salah satu indikator yang dapat dijadikan bahan evaluasi oleh kepala negara.
"Jutru dalam keteduhan liburan ini, peristiwa-peristiwa di hari-hari yang lalu, ketika komunikasi politik buruk ketika viral, terus yang mengolok-olok kekuasaan," lanjutnya menambahkan.
Ia menegaskan bahwa berbagai bentuk kemarahan publik yang muncul di media sosial atau aksi demonstrasi harus menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi kinerja jajaran kabinet.
"Semacam PR dari Presiden Prabowo untuk memikirkan ketika hiruk pikuk dan tekanan publik terhadap beberapa menteri atau beberapa pejabat istana itu diajukan oleh netizen maka itu adalah ekspresi yang jujur ekspresi kemarahan, bahkan ekspresi sinisme," pungkasnya.
Baca Juga: Jejak Karir Amalia Adininggar Widyasanti: Kepala BPS Pertama di Kabinet Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet pada Februari 2025. Perombakan tersebut dilakukan setelah muncul desakan dari berbagai pihak terkait kinerja sejumlah pejabat di pemerintahan.
Saat itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro dicopot dari jabatannya. Penggantinya adalah Brian Yuliarto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selain pergantian posisi menteri, dalam reshuffle tersebut Presiden Prabowo juga melantik empat kepala lembaga negara. Pejabat yang dilantik antara lain Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.
Selain itu, Amalia Adininggar Arumsari ditunjuk sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai Wakil Kepala BPS, dan Letjen Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN). (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS