adplus-dvertising

Amerika Serikat Deklarasi Darurat Cacar Monyet, 99 Persen Menginfeksi Kaum Homo

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 05 Agustus 2022
378 dilihat
Amerika Serikat Deklarasi Darurat Cacar Monyet, 99 Persen Menginfeksi Kaum Homo
Masyarakat Amerika Serikat kini banyak mengalami penyakit cacar monyet. Foto: Repro Repro sindonews.com

" 99 persen kasus cacar monyet di AS menginfeksi laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (homoseksual) "

WASHINGTON, TELISIK.ID - Penyakit cacar monyet kini menghantui berbagai negara di dunia. Penyebarannya pun cepat sehingga sangat mengkhawatirkan masyarakat.

Akibat penyakit ini, seperti dikutip dari Cnnindonesia.com, Amerika Serikat (AS) mendeklarasikan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat.

Hal tersebut dilakukan Pemerintah AS setelah pihaknya mencatat total kasus infeksi monkeypox di Negeri Paman Sam mencapai 6.600 kasus, pada Kamis (4/8/2022).


"Kami siap mengambil tanggapan kami ke tingkat berikutnya dalam mengatasi virus ini, dan kami mendesak setiap orang AS untuk menganggap cacar monyet dengan serius dan bertanggung jawab membantu kami mengatasi virus," ujar sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS, Xavier Becerra, dikutip AFP.

Para ahli meyakini jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi karena gejala bisa saja tak terdeteksi.

Sekitar 99 persen kasus cacar monyet di AS menginfeksi laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (homoseksual). Mereka pun menjadi target kelompok prioritas yang divaksinasi.

Baca Juga: Penduduk Negara Ini Susah Kaya Walau Bergaji Rp 100 Juta Per Bulan

AS sejauh ini telah mengirimkan sekitar 600 ribu vaksin JYNNEOS untuk mencegah cacar monyet. Namun, angka tersebut masih tergolong rendah jika dibanding jumlah orang yang dinilai berisiko tinggi dan paling membutuhkan vaksin.

Sementara itu, komisaris Administrasi Makanan dan Obat-Obatan AS, Robert Califf, mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah yang memungkinkan dokter mengelola lima dosis vaksin berdasarkan satu dosis botol yang ada.

Vaksin saat ini diberikan dengan cara disuntik di bagian subkutan atau lapisan kulit yang berada di bawah dermis. Sementara pendekatan terbaru memungkinkan inokulasi dilakukan secara intradermal atau menyuntik ke dalam dermis.

"Pada dasarnya menusukkan jarum ke dalam kulit dan membuat kantong kecil yang bisa membuat vaksin masuk. Jadi ini bukan hal luar biasa," kata Califf.

Deklarasi AS muncul usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah itu sebagai darurat kesehatan global pada Juni lalu.

Baca Juga: Setelah Jadi Mualaf, Pria Ini Islamkan 3 Ribu Tentara AS

Deklarasi di AS awalnya hanya berlaku selama 90 hari, tetapi kini diperpanjang.

Untuk diketahui, dikutip dari kemkes.go.id, cacar monyet merupakan penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani 

Baca Juga