adplus-dvertising

Awal Tahun 2022, Kasus DBD di Jatim Melonjak

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Kamis, 27 Januari 2022
393 dilihat
Awal Tahun 2022, Kasus DBD di Jatim Melonjak
Kadinkes Jatim, Erwin Astha Triyono. Foto: Ist

" Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur (Jatim) di awal tahun 2022 mengalami lonjakan "

SURABAYA, TELISIK.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur (Jatim) di awal tahun 2022 mengalami lonjakan.

Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono menerangkan, rincian sejumlah daerah di Jatim yang mengalami peningkatan pasien DBD antara lain Bojonegoro dengan 112 orang terjangkit, disusul Nganjuk 72 orang, Malang 66 orang, Ponorogo dan Sidoarjo masing-masing 53 orang.

"Awal tahun Januari 2022 sudah tercatat ada 977 orang yang terkena DBD," ungkap Erwin, Kamis (27/1/2022).


Dari jumlah tersebut kata Erwin, sebanyak 17 orang meninggal dunia, antara lain di Kabupaten Pamekasan tiga orang, Kabupaten Bojonegoro dua orang, Kabupaten Nganjuk dua orang, Kabupaten Bangkalan satu orang, dan Kabupaten Kediri satu orang.

Diungkapkan oleh Erwin, meski saat ini masih ada pandemi COVID-19 dan varian Omicron, juga patut diwaspadai pandemi DBD di Jatim.

Untuk menekan pandemi DBD tersebut, kata Erwin, peningkatan sosialisasi ke masyarakat perlu dilakukan peningkatan. langkah preventif dan promotif, lanjut Erwin, jauh lebih efektif terkait dengan penanganan DBD.Selain itu, edukasi menjadi pilihan terbaik karena demam berdarah tidak lepas dari faktor utama, yakni nyamuk.

Baca Juga: Bijak, Ini Pesan Dokter Tirta untuk Orang Terpapar COVID-19 Varian Omicron

Sehingga ke depan, menurut dia, edukasi ke masyarakat terkait 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas, menjadi kunci terbaik.

Baca Juga: Antisipasi Korupsi, KPK Bakal Awasi Pembangunan IKN Nusantara

Sementara itu, ada sejumlah ciri-ciri jika terpapar DBD, diantaranya infeksi dengue, seperti nyeri kepala, mual, nyeri otot, nyeri di belakang bola mata dan adanya bercak kemerahan di kulit. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga