Bagi PKB, Pilkada Muna Adalah Pertarungan Kehormatan

Sunaryo, telisik indonesia
Jumat, 27 November 2020
0 dilihat
Bagi PKB, Pilkada Muna Adalah Pertarungan Kehormatan
Ketua DPW PKB Sultra, Jalani saat menyerahkan rekomendasi dukungan ke LM Rusman Emba. Foto: Ist.

" Apabila berhasil memenangkan Paslon TERBAIK, maka berarti kita memenangkan pertarungan terhormat ini. "

MUNA, TELISIK.ID - Pilkada Muna yang diikuti dua pasangan calon (Paslon) yakni, LM Rusman Emba-Bachrun Labuta (TERBAIK) dan LM Rajiun Tumada-La Pili (RAPI) sangat seru.

Kedua paslon itu didukung partai 'jago-jago' yang ada di negeri ini. Sebut saja, Paslon TERBAIK yang diusung partai penguasa (PDIP), Golkar, PKB dan PKS. Partai pengusung petahana itu memiliki pengaruh besar di pusat.

Nah, karena itu, petinggi-peting dan kader partai di daerah berjuang all out untuk memenangkan paslon TERBAIK pada Pilkada 9 Desember nanti.

Jaelani, Ketua DPW PKB Sultra menerangkan, Pilkada Muna adalah pertarungan kehormatan bagi partainya. Karenanya, menjadi kewajiban besar bagi seluruh kader untuk berjuang memenangkan paslon TERBAIK. Ia tak mau dengar ada kader yang main-main dalam berjuang.

"Apabila berhasil memenangkan Paslon TERBAIK, maka berarti kita memenangkan pertarungan terhormat ini," kata Jaelani saat berorasi di Desa Matarawa, Kecamatan Watoputeh, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Prabowo Minta Kader Gerindra di Daerah Fokus ke Pilkada

Pria yang kerap disapa Bang Jay itu tahu banyak apa yang telah dilakukan Rusman selama memimpin Bumi Sowite. Hanya saja, karena saking banyaknya, ia tak bisa menyebutnyakan satu persatu.  

"Intinya Pak Rusman sudah melakukan pembangunan yang berkesinambungan. Bagi PKB, pembangunan harga mati," tegasnya.

Senada dengan itu, La Ode Arwaha Ady Saputra, Ketua DPC PKB Muna mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendukung Paslon TERBAIK yang didukung elit-elit politik berpengaruh baik di daerah maupun di pusat, sehingga nantinya, anggaran dan program pembangunan tidak susah masuk di Muna.

"Paslon TERBAIK ini didukung partai penguasa, kemudian ada Pak Ridwan, Baharuddin, Syarifuddin Udu, saya dan elit politik serta tokoh masyarakat lainnya. Ibarat bermain bola, kita sudah kepung. Jadi mau lewat dimana itu menangnya lawan," tukasnya. (B)

Reporter: Sunaryo

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga