adplus-dvertising

Bakal Digusur, Rocky Gerung Dapat Tawaran 37 Rumah Gratis

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Rabu, 15 September 2021
1856 dilihat
Bakal Digusur, Rocky Gerung Dapat Tawaran 37 Rumah Gratis
Rocky Gerung. Foto : Repro tempo.co

" Rocky menilai, ancaman dari pihak pengembang bukan hanya menggusur bangunan fisik, namun juga ekosistem di sekitarnya "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pengamat politik nasional, Rocky Gerung mengaku merasakan berkah di balik sengketa tanah, yang terjadi antara dirinya dengan PT Sentul City Tbk hingga menjadi sorotan publik.

Tak tanggung-tanggung, dalam waktu 2 hari usai terancam digusur, tawaran rumah gratis berjumlah 16 yang terdiri dari rumah, apartemen, hingga villa berdatangan.

"Dalam 2 hari ini saya dapat tawaran kira-kira 16 rumah dari teman-teman yang 'silakan Prof lu pake rumah gua nih'. Jadi ada 16 rumah saya punya sekarang. Ini ajaib nih, ada satu vila besar juga ditawarkan di daerah puncak oleh seorang musisi top," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (15/9/2021).


Rocky menjelaskan, musisi tersebut mengatakan bahwa ia bebas memakai dan menempati vila besar milik sang musisi yang tak disebutkan namanya itu.

"Bisa ditebak-tebak tuh (musisinya), 'Prof lu pake deh tempat gue nih suka-suka lu, kalau digusur'. Terus apartemen kira-kira 4 apartemen udah disiapin buat evakuasi saya, juga dari teman-teman," ungkap Rocky.

Jadi, jika dihitung secara keseluruhan, Rocky menyebut bahwa ia telah memiliki 37 unit rumah yang ditawarkan secara cuma-cuma untuk mengevakuasinya.

Melihat banyaknya tawaran tersebut, Rocky mengapresiasi dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang bersimpati pada dia.

Namun, kasus sengketa ini bagi Rocky, bukanlah perkara ada atau tidaknya rumah untuknya.

"Tapi saya selalu bilang terima kasih. Saya ini terbiasa tidur di hutan. Jadi kalau rumah ini nggak ada pun saya sudah biasa," ujarnya.

Akan tetapi, Rocky lebih memikirkan penduduk di sekitar rumahnya yang juga bernasib sama akan digusur. Menurutnya, kasus sengketa ini menunjukkan adanya penguasaan tanah yang curang.

"Kita ingin agar kasus ini diperlihatkan secara publik bahwa ada penguasaan tanah yang curang. Tapi, saya masih dibully sebagai orang yang memonopoli. Dari konferensi pers kemarin, ada 6.000 orang yang bernasib sama seperti saya, seharusnya Sentul City memikirkan itu," ujarnya.

"Silakan gusur saja rumah saya, tapi jangan gusur rumah di bawah saya," sambungnya.

Lebih lanjut, Rocky menilai, ancaman dari pihak pengembang bukan hanya menggusur bangunan fisik, namun juga ekosistem di sekitarnya.

Baca Juga: Gibran Bakal Ikuti Jejak Jokowi Rebut Kursi Gubernur DKI Jakarta 2024?

Baca Juga: Ini Penjelasan Menag Yaqut Soal Perpres Dana Abadi Pesantren

"Mereka yang di bawah, kekurangan rumah, tanaman yang digusur, singkong yang mereka jual, kebon salak digusur," ucap Rocky.

Maka dari itu, bagi Rocky, ini bukan lagi persoalan antara dirinya dengan pihak pengembang, tetapi juga soal lingkungan hidup.

"Bukan sekedar bangunan fisik, tapi satu ekosistem. Ini mesti lihat satu paket, supaya negara paham ini bukan perkara soal Rocky Gerung versus Sentul," terangnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Sentul City Tbk (SC) Basaria Panjaitan ikut angkat bicara perihal polemik perusahaan properti itu dengan Rocky Gerung.

"Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Nanti kita carikan solusi penyelesaian yang terbaik. Kita doakan ya," ucap Basaria.

Namun Basaria tidak menjelaskan lebih detail perihal solusi apa yang akan ditempuh.

"Salam hormat saya untuk semuanya," imbuh Basaria.

Diketahui, beberapa waktu lalu, Rocky menerima somasi dari Sentul City untuk segera mengosongkan rumahnya di kawasan Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga