adplus-dvertising

Gibran Bakal Ikuti Jejak Jokowi Rebut Kursi Gubernur DKI Jakarta 2024?

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Rabu, 15 September 2021
510 dilihat
Gibran Bakal Ikuti Jejak Jokowi Rebut Kursi Gubernur DKI Jakarta 2024?
Gibran Rakabuming Raka dan Anies Baswedan. Foto: Repro Google.com

" Menurut Gibran, cara Pemerintah Provinsi DKI mengebut vaksinasi COVID-19 patut dicontoh daerah lain, termasuk wilayah kerjanya. "

JAKARTA,TELISIK.ID – Berawal dari pujian Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terhadap keberhasilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam melakukan vaksinasi, menjadi sorotan publik.

Menurut Gibran, cara Pemerintah Provinsi DKI mengebut vaksinasi COVID-19 patut dicontoh daerah lain, termasuk wilayah kerjanya.

“Yang saya jadikan percontohan pasti Jakarta. Jakarta vaksinasinya sudah di atas 100 persen. Solo juga harus mengejar,” ujar Gibran saat menghadiri acara donor darah PWNU DKI Jakarta, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ngabila Salama mengaku kebingungan untuk melakukan vaksinasi kepada 2,5 juta warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum divaksinasi.

“Masih ada 2,5 juta orang DKI yang enggak tahu ngumpet di mana ini belum divaksin, saya juga bingung ini,” kata dia.

Lantas, kenapa jumlah penerima suntik vaksinasi di DKI mencapai lebih dari 100 persen?

Pemprov DKI Jakarta mencatat telah melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 8.951.693 orang atau 100,1 persen sampai 14 Agustus 2021,

Sedangkan untuk dosis kedua sudah berhasil mencakup 4.181.318 orang atau 46,8 persen.

“Cakupan vaksin 100,1 persen di DKI Jakarta belum menyasar seluruh warga berdomisili Jakarta. Sebab, angka tersebut adalah akumulasi dari total keseluruhan vaksinasi di ibu kota,” kata Irma Yunita, Humas Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Kembali dengan pujian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun membalas memuji kepemimpinan Gibran.

Baca juga: Pimpin Hanura Muna, Irwan Komitmen Pertahankan Kejayaan Partai

Gibran dinilai sebagai pemimpin muda yang punya ikhtiar besar menuntaskan pandemi COVID-19.

“Sesungguhnya itu adalah pujian buat semua. Jadi, bukan saja dialamatkan ke Gubernur tapi dialamatkan kepada kerja bersama,” kata Anies di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Anies mencontohkan, kerja bersama tersebut antara lain Kapolda Metro Jaya, Kajati DKI Jakarta, dan Pangdam Jaya yang berkolaborasi dengan target yang sama dan berkat penanganan berjalan dengan baik, serta vaksinasi sesuai rencana.

“Kami terima kasih sekali kepada Mas Gibran, Pak Wali Kota memberikan perhatian kepada Jakarta dan memantau apa yang kami kerjakan di sini,” ujar Anies.

Anies menyampaikan pujian juga kepada Gibran sebagai Wali Kota karena pencapaian vaksinasi di Solo sebesar 98 persen.

“Itu bukan sesuatu yang sederhana karena kita tahu persis kerumitan melakukan proses vaksinasi. Jadi, Solo bisa mencapai 98 persen, kepemimpinan Mas Gibran itu menunjukkan ada satu ikhtiar besar,” ungkap Anies.

Sikap Gibran memberikan pujian kepada Anies, disebut-sebut akan mengikuti jejak ayahnya, Presiden Joko Widodo yang sebelumnya Wali Kota Solo (2005-2012).

Saat itu, Jokowi berhasil merebut kursi Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai wakil gubernur.

Namun Gibran menegaskan dirinya berkomitmen untuk menuntaskan tugas memimpin Kota Surakarta.

“Nggak. Saya di Solo (Surakarta) kok,” kata Gibran menanggapi rumor tersebut, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Dasar Pencalonan Pilpres, KPU: Beda dengan Pilkada 2024

Akan tetapi, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna ini mendapat dukungan sejumlah pimpinan partai politik yang disebut-sebut dalam beberapa waktu terakhir.

Di antaranya Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap mendukung Gibran menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun Gibran membantah kabar yang menyebut dirinya mendapat dukungan dari Partai Demokrat. Gibran mengaku belum mendengar soal dukungan dari partai tersebut.

Dia belum pernah berkomunikasi dengan pengurus Partai Demokrat soal Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

“Saya nggak tahu ya. Belum pernah bicara. Nggak ada pembicaraan seperti itu. Saya fokus di Solo,” kata Gibran.

Hal ini mengingatkan kita pada sikap Jokowi saat menanggapi pertanyaan mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) tentang hasil sejumlah survei yang selalu menempatkan dirinya pada peringkat pertama calon presiden (capres) yang paling dipilih rakyat Indonesia pada tahun 2013 lalu.

Apakah hasil survei itu membuat dirinya berubah pikiran dan mulai mempersiapkan jalan menuju RI-1 lewat Pilpres 2014? Tanya Mahasiswa pada April 2013 silam.

“Saya tak mau memikirkan yang lain-lain. Seluruh pikiran dan energi saya digunakan untuk membangun Jakarta sesuai mandat yang saya terima hari ini,” papar Jokowi.

Tapi kenyataannya, Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon Presiden didampingi Jusuf kalla sebagai Calon Wakil Presiden hingga terpilih pada Pemilu 2014.

Bahkan sekarang Presiden Joko Widodo masuk periode ke-2 didampingi Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden terpilih pada Pemilu 2019. (B)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga