adplus-dvertising

Banjir Enam Kecamatan di Kapuas Hulu, 1.084 Rumah Terendam

Marwan Azis, telisik indonesia
Jumat, 05 November 2021
580 dilihat
Banjir Enam Kecamatan di Kapuas Hulu, 1.084 Rumah Terendam
Kondisi kantor Desa Parigi, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang terendam banjir. Foto: BPBD Kapuas Hulu

" Kondisi terkini banjir mulai surut di beberapa titik dengan kisaran tinggi muka air 50 – 100 centimeter "

SINTANG, TELISIK.ID - Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada Rabu (3/11/2021).

Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tiga sungai meluap, yaitu Sungai Sibau, Sungai Mendalam dan Sungai Kapuas.

Hal tersebut disampaikan Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Jumat pagi (5/11/2021).


Luapan sungai-sungai tersebut berdampak pada permukiman yang berada di Kecamatan Silat Hilir, Kecamatan Selimbau, Kecamatan Semitau, Kecamatan Badau, Kecamatan Suhaid dan Kecamatan Batang Lupar.

Merujuk data yang dikeluarkan Pusdalops BNPB pada Jumat (5/11/2021), tercatat 1.818 KK / 6.524 jiwa terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) tertinggi hingga 200 centimeter.

"Selain itu terdapat 1.084 unit rumah ikut terendam, sebagian warga melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman dari banjir," ungkapnya.

Ia menuturkan, untuk mepercepat penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu terus melakukan kajicepat dan melakukan pendistribusian bantuan ke beberapa lokasi terdampak.

Kondisi terkini banjir mulai surut di beberapa titik dengan kisaran tinggi muka air 50 – 100 centimeter.

Baca Juga: Perda Perubahan APBD Ditolak Kemendagri, Disarankan Gunakan Perkada

Baca Juga: Banjir Bandang Kota Batu dan Banjir Kota Malang, 15 Orang Hanyut

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan dengan intensitas lebat di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada hari Jumat (5/11/2021) yaitu di sebagian wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang.

Kemudian pada hari Sabtu (6/11/2021), yang berpotensi terjadi hujan intensitas lebat yaitu di wilayah Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang.

Analisis inaRISK juga menunjukkan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

BNPB mengimbau kepada pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi La Nina. La Nina merupakan anomali iklim yang dapat memicu peningkatan curah hujan dan diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2022.

Muhari mengharapkan masyarakat mempersiapkan diri untuk evakuasi mandiri saat banjir melanda, antara lain memahami rute evakuasi dan daerah yang lebih aman dari banjir.

"Kemudian mewaspadai adanya saluran air, lubang, dan tempat-tempat lain yang tertutup genangan banjir dan menghindari tersengat listrik dengan mematikan sumber listrik yang ada," pungkasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga