Bantuan Sembako dan BLT Mulai Disalurkan di Muna

Sunaryo, telisik indonesia
Selasa, 21 April 2020
0 dilihat
Bantuan Sembako dan BLT Mulai Disalurkan di Muna
Bupati Muna, LM Rusman Emba, menyerahkan BLT pada warga. Foto: Naryo/Telisik

" Kami akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat. Sampaikan ke kami kalau ada yang belum mendapat atau terdaftar, kita akan upayakan. "

MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mulai menyalurkan bantuan sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada warga yang terdampak COVID-19.

Penyerahan dilakukan oleh Bupati Muna, LM Rusman Emba di Kecamatan Katobu, Parigi dan Tongkuno, Selasa (21/4/2020).

Untuk bantuan sembako dikhususkan bagi mereka yang telah terdaftar. Mereka tidak akan menerima BLT. Bantuannya berupa beras 25 kg, telur, mi instan dan minyak goreng. Sementara BLT akan diberikan sebesar Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan (April-Juni).

Kata Rusman, penyerahan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah di tengah-tengah pandemi COVID-19. Makanya, jangan dilihat besar kecilnya bantuan, tapi nilai manfaatnya.

"Kami akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat. Sampaikan ke kami kalau ada yang belum mendapat atau terdaftar, kita akan upayakan," kata Rusman.

Mantan senator DPD-RI itu juga berpesan pada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Apalagi saat ini, di Muna sudah ada tujuh yang positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS). Ia menegaskan, virus itu bukan didapat di Muna. Namun, karena tertular dari tamu yang mengikuti kegiatan di Muna.

"Saat ini jangan dulu ke kota. Sebaiknya menetap di rumah, hindari kumpul-kumpul dan gunakan masker," pesannya.

Baca juga: Pantai Wolulu Kolaka Jadi Titik Pantau Penetapan 1 Ramadan

Sementara itu, Rustam, Kadis PMD Muna, menerangkan, dari 16 kabupaten/kota di Sultra, baru Muna yang menyalurkan BLT. Itu semua, menurutnya, tidak terlepas dari instruksi bupati yang memerintahkan seluruh kepala desa (kades) menyiapkan dana jaga-jaga di APBDes.  

"Penyaluran BLT ini terus dilakukan sambil menunggu desa-desa mensinkronkan data penerima dengan Dinas Sosial," ungkapnya.

Para penerima BLT di desa adalah yang tidak masuk dalam daftar PKH dan bantuan sembako. Untuk saat ini, BLT yang disalurkan untuk tahap pertama. Untuk tahap kedua dan ketiga, akan disalurkan di bulan Mei.

"Masyarakat terima utuh Rp 600 ribu perbulannya. Kalau ada yang berani sunat, laporkan, agar ditindak," tegasnya.

Pantauan Telisik.Id di Desa Parigi, Kecamatan Parigi dan Desa Lapandidi, Kecamatan Tongkuno, penerima BLT didominasi lansia yang selama ini mengeluhkan tidak pernah mendapatkan bantuan PKH maupun sembako. Mereka sangat berterimakasih atas kepedulian bupati.

 

Reporter: Naryo

Editor: Rani

Artikel Terkait
Baca Juga