Begini Skenario Tahapan New Normal yang Dimulai 1 Juni

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Kamis, 28 Mei 2020
0 dilihat
Begini Skenario Tahapan New Normal yang Dimulai 1 Juni
Ilustrasi new normal. Foto: langgam.id

" Untuk memulihkan roda ekonomi agar bisa kembali berjalan normal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah menyusun tahapan atau fase pembukaan kegiatan bisnis dan industri pasca-penyebaran pandemi COVID-19. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pandemi COVID-19 telah berhasil memaksa orang-orang berdiam diri di rumah, sehingga membuat ekonomi melambat.

Sebagaimana informasi yang dihimpun telisik.id, sejumlah pelaku usaha terpaksa menghentikan total operasionalnya dan sebagiannya lagi yang tetap membuka usahanya namun pendapatannya menurun drastis.

Dari fenomena tersebut, sehingga mengakibatkan angka pemutusan hubungan kerja ( PHK) juga meningkat. 

Sementara itu, sebagaimana dilansir dari KOMPAS.com, pemerintah di berbagai daerah masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus Corona. Bahkan beberapa layanan transportasi publik juga belum beroperasi normal seperti sebelumnya.

Untuk memulihkan roda ekonomi agar bisa kembali berjalan normal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah menyusun tahapan atau fase pembukaan kegiatan bisnis dan industri pasca-penyebaran pandemi COVID-19.

Baca juga: Lagi, Dua Warga Konsel Positif COVID-19

Dikutip dari Kontan, Selasa (26/5/2020), berikut timeline fase new normal untuk pemulihan ekonomi dalam lima tahapan:

Fase 1 (1 Juni)

Industri dan  jasa dapat beroperasi dengan protokol kesehatan COVID-19.

Mall belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker & fasilitas kesehatan.

Fase 2 (8 Juni)

Toko, pasar dan mall diperbolehkan pembukaan toko namun dengan protokol kesehatan.

Fase 3 (15 Juni)

Mall tetap seperti fase 2, namun ada evaluasi pembukaan salon, spa, dan lainnya. Tetap dgengan protokol kesehatan COVID-19.

Sekolah dibuka namun dengan sistem shift.

Baca juga: Strategi Politik Kontestan Pilkada Sultra di Tengah Pandemi COVID-19

Fase 4 (6 Juli)

Pembukaan kegiatan ekonomi dengan tambahan evaluasi untuk pembukaan secara bertahap restoran, cafe, bar, dan lainnya dengan protokol kebersihan yang ketat.

Kegiatan ibadah diperbolehkan dengan jumlah jamaah dibatasi.

Fase 5 (20-27 Juli)

Evaluasi untuk 4 fase dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial berskala besar.

Akhir Juli/awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan bahwa, hal yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal Kemenko Perekonomian, yang selama ini secara intens melakukan kajian dan kebijakan pemerintah menjelang, selama, dan pascapandemi COVID-19.

"Kajian awal yang beredar tersebut, sebagai antisipasi untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan pascapandemi COVID-19 mereda," kata Susiwijono dalam keterangannya.

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Sumarlin

Baca Juga