adplus-dvertising

Benteng Keraton Liya, Situs Sejarah Tersembunyi di Dataran Tinggi Wakatobi

Mohamad Lukman Saputra, telisik indonesia
Kamis, 27 Agustus 2020
4720 dilihat
Benteng Keraton Liya, Situs Sejarah Tersembunyi di Dataran Tinggi Wakatobi
Lawa (gerbang masuk kompleks benteng Keraton Liya). Foto: Mohamad Lukman Saputra/Telisik

" Benteng Keraton Liya dulu dijadikan sebagai benteng pertahanan dari serangan Portugis. "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Salah satu yang menjadi bukti sejarah Kerajaan Kesultanan Buton adalah dengan terdapat banyaknya Benteng  yang tersebar di seluruh pelosok wilayah kekuasaan Kesultanan Buton.

Salah satunya adalah Benteng Keraton Liya yang berada di Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.

 


Benteng Keraton Liya. Foto: Mohamad Lukman Saputra/Telisik

 

Benteng ini terletak di dataran tinggi Pulau Wangi-wangi, sehingga ketika berdiri dari atas benteng kita akan disuguhkan dengan pemandangan laut yang indah dan perkampungan masyarakat  Liya Togo.

Menurut penuturan La Ibu, salah seorang masyarakat Liya Togo, dahulu Benteng Keraton Liya dijadikan sebagai benteng pertahanan dari Portugis dan gangguan lainnya yang dapat merusak stabilitas Benteng Keraton Wolio sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Buton.

"Benteng Keraton Liya dulu dijadikan sebagai benteng pertahanan dari serangan Portugis," terangnya, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Pasir Timbul di Buteng Masuk Nominasi Anugrah Pesona Indonesia

Bahan bangunan dari Benteng Keraton Liya terbuat dari batu gunung dengan campuran putih telur dan kapur sebagai perekatnya.

Pada setiap sudut  masuk kompleks benteng terdapat pintu masuk yang mirip seperti rumah panggung, masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Lawa.

Dahulu Lawa dijadikan sebagai tempat memantau musuh yang mendekati wilayah Benteng Keraton Liya.

Di dalam kompleks benteng terdapat masjid tua yang dibangun pada tahun 1546 atau delapan tahun setelah pelantikan Sultan Buton Pertama Sultan Murhum pada tahun 1538. Masjid ini bernama Masjid Mubarok, namun lebih dikenal dengan nama Masjid Keraton Liya. Mesjid Mubarok merupakan mesjid pertama sekaligus menjadi pusat penyebaran Islam di Wakatobi.

Di hadapan sisi kiri masjid, terdapat tempat pemakaman dikelilingi pagar batu dan bunga kamboja. Menurut cerita legenda, makam tersebut adalah tempat peristirahatan terakhir seorang pemuda bernama Talo-Talo, pemuda sakti yang diberi daerah kekuasaan Liya Togo oleh Kesultanan Buton karena dianggap berjasa ketika diberi tugas menyelesaikan konflik di salah satu negeri bagian.

Reporter: Mohamad Lukman Saputra

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga