adplus-dvertising

Yuk Kunjungi Pantai Nanga Banda Reo, Tawarkan Pesona Wisata Kekinian

Berto Davids, telisik indonesia
Sabtu, 01 Mei 2021
2697 dilihat
Yuk Kunjungi Pantai Nanga Banda Reo, Tawarkan Pesona Wisata Kekinian
Para pengunjung sedang menikmati tempat wisata Pantai Nanga Banda Reo. Foto: Berto Davids/Telisik

" Di tepi pantai terlihat hamparan pasir putih yang menyejukkan mata. Kami pun bebas mengekspresikan diri. Luasnya area pasir saat air surut juga dimanfaatkan pengunjung lain untuk menikmati sunset dari tengah pantai. "

MANGGARAI, TELISIK.ID - Sore itu Jumat 30 April 2021 sekira pukul 17.15 Wita, waktunya matahari terbenam secara perlahan. Saat itu juga kami akhiri canda gurau kami di sebuah gubuk sederhana dan memutuskan untuk berkunjung ke Pantai Nanga Banda Reo.

Rencana tersebut sebenarnya berawal dari rasa penasaran yang tinggi akan tempat tersebut, dimana sih Pantai Nanga Banda itu? apa sih yang menarik di sana?

Rasa penasaran itu pun seakan membawa kami dalam gejolak khayalan nyata yang tidak bisa dipaksa untuk tenang sebelum melihat tempat itu dengan mata kepala sendiri. Kendaraan roda dua yang kami tumpangi juga tak mau kalah mengencang ketika pedal gasnya ditarik oleh pengendara yang ingin cepat sampai tujuan sebelum matahari terbenam.


 

Pantai Nanga Banda Reo. Foto: Berto Davids/Telisik

 

Di tengah jalan kami sempat berhenti. Sejauh mata memandang terlihat sebuah tumpukan yang mengganggu indra penglihatan. Ternyata tumpukan sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Melihat sampah tersebut kami pun turun dari kendaraan untuk mengambil gambar/foto. Saat itu juga muncul pertanyaan rasa empati dalam pikiran kami. Kok kenapa akses masuk Pantai Nanga Banda yang disebut-sebut sebagai pantai wisata kekinian malah jadi TPS.

Baca juga: Wisata Religi, Masjid Tertua dan Termegah di Kota Kendari

Memang benar ada sampah tetapi sebenarnya bukan itulah objek yang kami tuju. Objek yang kami tuju adalah Pantai Nanga Banda. Sampah hanyalah hiasan rasa penasaran kami dalam perjalanan.

Kami pun kembali menunggangi kuda besi menuju ke arah utara, angin sepoi-sepoi mengiringi dentuman mesin kendaraan, kicauan burung-burung serta indahnya hutan bakau seakan mengobati hati yang sedang rindu.

Matahari sudah berada di ufuk barat. Kami pun terus menyisiri akses pantai utara itu dan tiba di pintu masuk Pantai Nanga Banda Reo. Hembusan angin laut sore itu menambah sejuknya hati dan damainya pikiran. Disitu juga terlihat banyak kendaraan yang terparkir. Kami pun terus memacu Honda Verza hingga lebih dekat ke pintu masuk.

Angin pun kembali menderu saat kami berpose di pintu masuk. Hantaman ombak terdengar menggulung pecah di bibir pantai. Kami menelusur ke arah tempat wisata melintasi jembatan masuk. Ketika tiba di situ hati pun sungguh merasakan kedamaian seakan tak ada beban hidup sedikitpun.

Salah satu tempat wisata yang mengusung konsep kekinian itu bisa terlihat dari cara Pokdarwis mengelolanya. Di situ terdapat sebuah wahana yang dapat memacu adrenalin seperti kuda, selain itu ada pula ayunan yang digantungkan di pesisir pantai. Ketika berayun hampir pasti kita bisa melihat panorama pantai yang terbentang luas di depan mata. Kami pun mencoba berayun dan merasakan kenikmatannya.

Baca juga: Kasiono Oe, Telaga dengan Pesona Alam yang Indah di Mubar

Ada pula tempat nongkrong yang juga bisa dijadikan tempat buka puasa bersama bareng keluarga. Lukisan-lukisan indah serta hamparan rumput hijau juga tak kalah menarik.

Konon pantai tersebut juga kerap digunakan sebagai ajang live musik, video klip para artis lokal, konser dan beberapa kegiatan sosial pemerintahan lainnya.

Pantai yang terletak di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok itu terbilang baru 4 bulan berjalan, namun panorama wisata yang dikelola oleh Pokdarwis ini cukup hits di kalangan pengunjung yang diperkirakan dapat mencapai 500-an orang tiap akhir pekan dan 200-an orang tiap harinya.

Di tepi pantai terlihat hamparan pasir putih yang menyejukkan mata. Kami pun bebas mengekspresikan diri. Luasnya area pasir saat air surut juga dimanfaatkan pengunjung lain untuk menikmati sunset dari tengah pantai.

Tak henti-hentinya kami mengagumi panorama wisata yang tak ada duanya di Manggarai itu. Pukulan ombak dan angin pantai saat berada di dekatnya terasa sejuk membuat kami tak ingin pulang. Tak ada satupun pengunjung yang berwajah muram, semua tertawa lebar, tersenyum sumringah dan merasa bahagia.

Tak terasa sudah 1 jam lebih berlalu. Benda bulat di atas langit pun pelan-pelan meredupkan cahayanya. Sunset telah tiba kami pun memutuskan untuk kembali pulang. Kendati rasanya tidak ingin meninggalkan pantai itu. (B)

Reporter: Berto Davids

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga