Berdiri Sejak 1981 SMPN 6 Kendari Kini Sepi Peminat, Kepala Sekolah Segera Sulap jadi Primadona Lagi
Aldin, telisik indonesia
Rabu, 28 Januari 2026
0 dilihat
Kepala SMPN 6 Kendari, Robert M. Padang berkomitmen mengembalikan nama baik sekolah. Foto: Aldin/Telisik.
" SMPN 6 Kendari akan melakukan pembenahan, baik pada gedung sekolah maupun proses belajar siswa guna mengembalikan nama baik sekolah "

KENDARI, TELISIK.ID - SMPN 6 Kendari akan melakukan pembenahan, baik pada gedung sekolah maupun proses belajar siswa guna mengembalikan nama baik sekolah.
Kepala SMPN 6 Kendari, Robert M. Padang yang baru menjabat sejak awal Januari 2026 mengaku, berniat memajukan sekolah juga berprestasi, terkenal di kalangan pendidikan, mengingat sekolah tersebut sekolah tua di Kota Kendari.
"Harusnya siswanya itu bertambah, tapi yang saya terima laporan tiap tahun siswanya berkurang. Saya belum tahu persis tapi informasi yang saya dapat, kampung sini tidak ada lagi pemukiman baru dan tidak ada lagi keluarga baru, jadi wajar siswanya berkurang," kata Robert, Senin (26/1/2026).
Ia juga mengatakan, pastinya ada faktor lain dari masalah itu seperti masih banyak lulusan Sekolah Dasar (SD) terdekat yang tidak melanjutkan pendidikan di SMPN 6 Kendari yang terletak di Kelurahan Kassilampe, Kecamatan Kendari.
Baca Juga: Audit Mutu Internal STIKes Pelita Ibu Kendari Catat Peningkatan Kinerja hingga 20 Persen
"Artinya masih ada yang perlu dibenahi, seandainya semua alumni SD tersebut melanjutkan pendidikan di SMPN 6 Kendari, setidaknya kelas tidak berkurang tiap tahunnya," ujar Robert.
Ia berpendapat, SMPN 6 Kendari tidak cukup menarik bagi masyarakat sekitar. Robert pun akan berupaya agar sekolah yang didirikan sejak 1981 itu lebih menarik lagi.
"Untuk saat ini ada dua rencana yang saya siapkan, pertama sekolah ini harus bersih supaya menarik dari pandangan. Kedua, sekolah ini harus punya nama, supaya orang tua siswa tertarik dan itu tantangan untuk saya," bebernya.
Baca Juga: Bank Sultra Luncurkan Agen ANOALink, Perluas Layanan Perbankan hingga Pelosok
Robert menegaskan untuk mengembalikan nama baik sekolah, pihaknya akan berusaha meningkatkan potensi akademik siswa, pembelajaran berlangsung maksimal dan tidak ada bullying di sekolah. Pada dasarnya, pembelajaran itu muaranya membahagiakan siswa.
Masih ada keluhan dari beberapa guru soal fasilitas sekolah, seperti keluhan dari guru prakarya, di mana piano yang digunakan sudah tidak layak pakai.
"Masih ada beberapa lagi dan itu akan saya benahi pertahap. Untuk fasilitas, saya akan upayakan ada perubahan, paling tidak fasilitasnya mencukupi untuk kelayakan standar belajar siswa," tutup Robert. (C)
Penulis: Aldin
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS