KENDARI, TELISIK.ID - Sarlin dan suaminya, Wahyuddin, dengan tekun mengerjakan anyaman goodie bag—tas jinjing—pesanan Bank Indonesia.
Malam ini mereka harus menyelesaikan 10 unit, tak bisa ditunda lagi. Beberapa pesanan juga sudah masuk dalam daftar tunggu untuk diselesaikan. Beberapa produk anyaman yang telah jadi, ia tumpuk di sudut ruang berukuran 3x3 meter, menunggu pemesannya datang mengambil.
Sarlin adalah ibu satu anak asal Desa Porihi, Muna yang memiliki ketrampilan menganyam produk dari tanaman Nentu. Ia bercerita, belajar menganyam secara otodidak dan sembunyi-sembunyi sejak usia 5 tahun. Ia dulu sering melihat kakaknya menganyam dengan tanaman Nentu.
Hasil anyaman perdananya jauh dari sempurna. “Tapi saya terus belajar,” katanya.
Pelajaran paling penting dari menganyam adalah teknik dasar merapatkan tiap helai Nentu dan membentuk dasar anyaman. Setelah bertahun-tahun, Sarlin sudah bisa menghasilkan produk kerajinan Nentu yang indah.
