KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, terus mengoptimalkan program bapak asuh anak stunting di setiap daerah. Langkah itu diambil guna menangani masalah tingginya angka stunting di wilayah Bumi Anoa.
Meski angka stunting satu tahun terkahir mengalami penurunan hingga 2,4 persen, namun angka stunting di Sulawesi Tenggara masih membutuhkan perhatian. Hal itu menuntut adanya tindakan yang lebih serius dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah gizi pada anak-anak.
Dalam upaya meningkatkan efektivitas program bapak asuh anak stunting, BKKBN Sulawesi Tenggara melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan mendorong para pejabat daerah dan pengusaha untuk melibatkan aktif dalam peran sebagai "bapak asuh". Program itu bertujuan untuk memberdayakan peran pejabat daerah dalam menjaga kesehatan dan gizi anak sejak usia dini.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Target Angka Stunting Turun 5 Persen Tahun Ini
Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar mengatakan, program bapak asuh akan cukup membantu anak yang terdeteksi mengalami stunting dalam memenuhi kebutuhan gizinya.
