Lukman Abunawas Hadir Acara Muktamar DMI di Jakarta

Erni Yanti, telisik indonesia
Minggu, 03 Maret 2024
0 dilihat
Lukman Abunawas Hadir Acara Muktamar DMI di Jakarta
Lukman Abunawas saat menghadiri acara muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jakarta. Foto: Ist.

" Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas, menghadiri acara muktamar DMI di Jakarta, Jumat (1/3/2024) "

KENDARI, TELISIK.ID - Lukman Abunawas hadiri acara muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jakarta, Jumat (1/3/2024). Calon Gubernur Sulawesi Tenggara ini memang diketahui menjabat sebagai Ketua DMI Sulawesi Tenggara periode 2019-2024.

Di acara yang digelar selama tiga hari (1-3 Maret 2024) di Golden Room Hotel Sultan, Jakarta Pusat itu dibuka langsung oleh mantan wakil presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua DMI Pusat.

Lukman Abunawas mengatakan, DMI bertujuan untuk memanfaatkan masjid yang berfungsi sebagai pusat/tempat ibadah, pusat dakwah pembinaan spiritual untuk memantapkan iman dan takwa, pusat pembinaan umat, kegiatan-kegiatan dakwah dan majelis taklim.

“Selain itu masjid diharapkan dapat memakmurkan dan dimakmurkan oleh jemaahnya,” tambahnya.

Baca Juga: Lukman Abunawas Resmikan Masjid Al Bukhari Kolaka Timur dan Sumbang Rp 100 Juta

Dilansir dari Detik.com, dalam acara tersebut, JK yang saat itu membuka acara muktamar mengatakan, Dewan Masjid didasari akidah Islam. Dia mengatakan Islam di Indonesia merupakan Islam yang moderat.

Lukman Abunawas saat menghadiri acara muktamar Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Jakarta. Foto: Ist.

 

"Kita juga selalu memahami dasar dari Dewan Masjid berasaskan Pancasila dan berakidah Islam. Dasarnya satu, akidah Islam, tidak bisa lepas dari itu. Karena kita inginkan Indonesia, Islamnya Indonesia adalah Islam menengah, moderat, kerja sama. Itu dapat tercermin di Dewan Masjid," ujar dia.

Baca Juga: Lukman Abunawas Tebarkan Salam Mepokoaso, Tetap Bersatu Meski Beda Pilihan

Lebih lanjut JK mengatakan, masjid-masjid di seluruh Indonesia terorganisasi untuk bersatu tanpa tersekat kelompok suku.

"Kita berbeda dengan agama lain. Tidak ada masjid Bugis, masjid Batak, masjid Jawa, tidak ada. Kalau gereja ada gereja Batak, gereja Maluku, gereja Toraja, macam-macam. Karena kita memang, yang berbeda di antara kita hanya ritualnya. Ada yang tarawih 20 ada yang 8. Hanya ritual, tidak ada perbedaan mendasar. Kita tidak terbagi-bagi dalam kelompok suku. Itulah yang membedakan kita," katanya. (C-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga