adplus-dvertising

BKKBN Sultra Dorong Pemda Buton Tengah Lakukan Percepatan Penurunan Stunting

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Rabu, 22 Juni 2022
226 dilihat
BKKBN Sultra Dorong Pemda Buton Tengah Lakukan Percepatan Penurunan Stunting
BKKBN Sultra melaksanakan sosialisasi panduan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting (verivali krs) di lingkup Pemda Buton Tengah. Foto: Ist.

" BKKBN Sultra mencatat pada wilayah Buteng angka resiko stunting mencapai 5.317 anak "

BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Guna menekan penurunan angka risiko stunting di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), BKKBN Sultra berkunjung ke Buton Tengah (Buteng) untuk melaksanakan sosialisasi panduan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting (verivali krs).

Dalam kunjungan BKKBN Sultra wilayah Buteng, Pemerintah setempat melalui Kepala Dinas pengendalian Penduduk dan KB Buteng, Abidin,S.Pd.,M.Si, menyambut baik kehadiran BKKBN Sultra di wilayahnya.

BKKBN Sultra melalui Koordinator Bidang ADPIN, Agus Salim, SE, MM bersama Bidang Data dan Informasi menyampaikan, angka resiko stunting di wilayah Buteng masih cukup tinggi.


Olehnya itu, perlu dilakukan sosialisasi verivali krs kepada mitra BKKBN agar data resiko stunting dapat dilakukan pemutakhiran sesuai kondisi terkini.

"Pada tahun 2021, BKKBN Sultra mencatat pada wilayah Buteng angka resiko stunting mencapai 5.317 anak. Melalui kegiatan verivali krs diharapkan pemerintah daerah dapat memperoleh data sasaran resiko stunting yang valid dan akurat," kata Agus.

Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Sosialisasi Panduan Verifikasi dan Validasi Data Keluarga Berisiko Stunting di Kolaka Utara

"Sehingga pendampingan keluarga maupun intervensi pada keluarga berisiko stunting dapat dilakukan dengan baik yang nantinya akan mendorong penurunan stunting di Sultra, khususnya Buteng," tambahnya.

Baca Juga: Penghargaan PBB Pacu BKKBN Percepat Turunkan Stunting

Lebih lanjut, Agus menambahkan, sasaran verval yakni pasangan usia subur hamil, keluarga punya baduta (0-23 bulan), keluarga punya balita (24-59 bulan).

Sementara itu, Abidin menyampaikan, pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong penanggulangan resiko stunting di wilayahnya melalui penggunaan verivali yang akan memudahkan pemerintah dalam melakukan kebijakan pendampingan resiko stunting.

"Kami berharap dengan langkah ini angka stunting di wilayah Buteng dapat berkurang, bahkan tidak ada," ujarnya. (B-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Musdar

Artikel Terkait
Baca Juga