BPJS Kesehatan Gandeng Media Perkuat Literasi dan Keberlanjutan Program JKN

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 12 Mei 2026
0 dilihat
BPJS Kesehatan Gandeng Media Perkuat Literasi dan Keberlanjutan Program JKN
Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan, Asyraf Mursalina, memberikan keterangan kepada awak media didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Hernawan Priyastomo, usai pelaksanaan Media Workshop BPJS Kesehatan di Kendari, Selasa (12/5/2025). Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX bersama Kantor Cabang Kendari menggelar media workshop untuk memperkuat kolaborasi dengan insan pers dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) "

KENDARI, TELISIK.ID - BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX bersama Kantor Cabang Kendari menggelar media workshop untuk memperkuat kolaborasi dengan insan pers dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi antara BPJS Kesehatan dan media massa guna memperluas penyebaran informasi terkait implementasi Program JKN kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan, Asyraf Mursalina, mengatakan media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap Program JKN melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

“Media bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun literasi publik mengenai Program JKN. Karena itu, kami ingin membangun ruang dialog yang terbuka dan kolaboratif bersama insan pers,” ujar Asyraf.

Baca Juga: Status Darurat Banjir Kendari Bisa Diperpanjang, Mentan Amran Sulaiman Turun Tangan

Dalam forum tersebut, BPJS Kesehatan juga memaparkan perkembangan kepesertaan JKN di Sulawesi Tenggara per 1 Mei 2026. Jumlah peserta JKN tercatat mencapai 2.887.470 jiwa atau 100,38 persen dari total penduduk.

Sementara peserta aktif mencapai 2.485.553 jiwa atau sekitar 86,41 persen dari total peserta terdaftar.

Capaian tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap perlindungan jaminan kesehatan di Sulawesi Tenggara terus meningkat.

Menurut Asyraf, capaian itu tidak lepas dari sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memperluas cakupan kepesertaan serta menjaga keaktifan peserta.

“Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berjalan sangat baik. Dukungan pemerintah daerah memiliki peran besar dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan melalui Program JKN,” katanya.

Ia menjelaskan, dukungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan daerah, penguatan integrasi data kepesertaan, hingga komitmen pemerintah dalam membantu pembiayaan iuran masyarakat yang membutuhkan.

Selain membahas capaian kepesertaan, BPJS Kesehatan juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan stroke yang menjadi tantangan serius dalam pembiayaan layanan kesehatan nasional.

Baca Juga: Akibat Banjir, 2 Hari Air PDAM Kendari Tak Mengalir, 896 Pelanggan di Baruga Terdampak

“Peningkatan kasus penyakit katastropik berdampak langsung pada tingginya pembiayaan layanan kesehatan dalam sistem JKN,” jelas Asyraf.

Karena itu, BPJS Kesehatan mendorong penguatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan angka penyakit katastropik sekaligus menjaga keberlanjutan Program JKN.

“Upaya pencegahan harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan dapat lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga,” tutupnya. (C-Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga