Keluarga jadi Kunci Tekan Komplikasi, Dosen Magister Kesmas UMW Luncurkan Program PENA-HIPER di Konawe
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 04 September 2026
0 dilihat
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UMW dalam peluncuran Program PENA-HIPER di Desa Bajoe, Kabupaten Konawe. Foto: Ist.
" Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya (UMW) mengenalkan Program Pendidikan Keluarga untuk Pencegahan Komplikasi Hipertensi (PENA-HIPER) "

KENDARI, TELISIK.ID - Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya (UMW) mengenalkan Program Pendidikan Keluarga untuk Pencegahan Komplikasi Hipertensi (PENA-HIPER) guna mengatasi rendahnya kepatuhan pengobatan dan minimnya peran pendamping bagi penderita hipertensi di Desa Bajoe, Kabupaten Konawe.
Program pengabdian ini menyasar sekitar 30 peserta, mulai dari keluarga pasien, kader kesehatan, hingga warga setempat, Minggu (20/8/2026) lalu.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Rahmawati, SKM., M.Kes sebagai Ketua Tim, didampingi anggota Dr. Fitri Rachmillah Fadmi, SKM., M.Kes, Dr. Andi Asri, SKM., M.Kes, serta dua mahasiswa yaitu Wa Rita dan Riska Adni Sabina.
Dr. Rahmawati menjelaskan, hipertensi masih menjadi masalah kesehatan dominan di wilayah tersebut akibat kurangnya pengetahuan pengelolaan penyakit serta belum optimalnya keterlibatan keluarga sebagai caregiver.
“Melalui Program PENA-HIPER, kami ingin meningkatkan kapasitas keluarga agar mampu mendampingi anggota keluarga yang mengalami hipertensi, mulai dari pemantauan tekanan darah, penerapan pola makan sehat, aktivitas fisik, hingga mengenali tanda-tanda komplikasi sejak dini,” ujar Dr. Rahmawati melalui keterangan tertulisnya.
Baca Juga: PKKMB UMW 2026 Diikuti 760 Mahasiswa, Rektor Tekankan Karakter dan Kompetensi
Sebagai bentuk intervensi nyata, tim memberikan materi edukasi komprehensif yang mencakup pengenalan faktor risiko, penerapan pola makan rendah garam melalui pendekatan DASH Diet, manajemen stres, hingga latihan fisik ringan.
Selain penyuluhan, para peserta juga dibekali buku kontrol tekanan darah sebagai media pemantauan mandiri di rumah.
Warga dan kader kesehatan desa menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan praktik langsung.
Keterlibatan kader desa ini disiapkan sebagai mitra strategis guna memastikan keberlanjutan monitoringkesehatan secara berkala setelah program berakhir.
Baca Juga: PKKMB UMW Kendari 2026, 740 Mahasiswa Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung penuh oleh Yayasan Mandala Waluya Kendari dan institusi Universitas Mandala Waluya, serta mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Bajoe.
Melalui langkah ini, UMW kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi lewat inovasi kesehatan yang aplikatif.
Program PENA-HIPER diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan keluarga yang efektif untuk menekan risiko komplikasi serta mendongkrak kualitas hidup masyarakat Konawe ke depan. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin