Mahasiswi Warga Buton Selatan Dirudapaksa Anak Teman Kerja hingga Hamil

Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Jumat, 04 September 2026
0 dilihat
Mahasiswi Warga Buton Selatan Dirudapaksa Anak Teman Kerja hingga Hamil
Korban YS (membelakang), yang dirudapaksa oleh anak teman kerjanya, saat ditemui di kediamannya, Jumat (4/9/2026). Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik

" Seorang mahasiswi berinisial YS (24) warga Kabupaten Buton Selatan jadi korban rudapaksa hingga hamil. Pelaku berinisial H, warga Kota Baubau, sebaliknya menantang ayah korban lewat pesan yang dikirim di WhatsApp "

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Seorang mahasiswi berinisial YS (24) warga Kabupaten Buton Selatan jadi korban rudapaksa hingga hamil. Pelaku berinisial H, warga Kota Baubau, sebaliknya menantang ayah korban lewat pesan yang dikirim di WhatsApp.

YS menuturkan, rudapaksa yang dilakukan H lebih dari satu kali pada waktu dan tempat berbeda. Ia mengaku dipaksa pertama kali berhubungan badan oleh H pada 31 Desember 2025 lalu di indekos korban di Kota Baubau.

Saat itu, YS mengira yang menggedor pintu indekosnya adalah sang adik. Namun setelah dibuka, H sudah berdiri di depan pintu kamar dan langsung menyerobot masuk lalu memaksa YS untuk melakukan hubungan badan.

"Saya kira adek ku yang gedor pintu, pas dibuka ternyata dia (H)," ungkap YS saat ditemui telisik.id di kediamannya, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Ingatkan Nelayan Longa Wakatobi Bahaya Cuaca Ekstrem

"Dia masuk langsung ajak begituan, kalau saya tidak mau diancam mau bunuh saya," lanjut YS.

Setelah insiden tersebut, H yang juga merupakan kekasih dari YS mengajak korban untuk ikut pulang ke rumah pelaku. Korban yang takut dengan ancaman pelaku terpaksa mengikuti kemauannya.

"Setelah kejadian itu saya dibawa ke rumahnya sekitar Februari (2026) sampai awal puasa,  di sana dia sering paksa saya untuk begituan (berhubungan badan)," ucap YS.

Korban mengaku terpaksa menerima ajakan H untuk menjalin hubungan berpacaran sebab telah diancaman. Terlebih dirinya pernah menerima kiriman video dari H melalui aplikasi chating yang memperlihatkan aktivitas YS.

"Dia paksa dan ancam harus terima, baru Hp-ku diretas karena sering kameranya nyala sendiri, apalagi dia pernah kirimkan video aktivitasku yang saat itu hanya saya di situ," ungkapya.

Sebelumnya, YS mengatakan hubungannya dengan H begitu baik sebab ibu kandung H merupakan rekan kerja YS di salah satu vila di Kota Baubau. YS acap kali diajak bermalam oleh ibu H untuk menginap di rumah mereka ketika mendapatkan shift kerja malam, mengingat jarak tempuh dari tempat YS bekerja dan indekosnya terbilang cukup jauh.

Berawal dari intensnya YS diajak menginap oleh ibu H, tumbuh benih asmara di hati H kepada YS. Selama menjalin hubungan dengan H, gerak YS dibatasi.

Ia mengaku beberapa kali dilarang H untuk tidak masuk kuliah tanpa alasan yang jelas. YS pun menceritakan tak jarang dirinya menerima kekerasan fisik dari H.

Kini YS hamil sambil tetap melanjutkan kuliahnya. Ia memasuki semester lima pada Fakultas Hukum di salah satu kampus di Kota Baubau.

Tak terima atas perlakuan H, orang tua  YS kemudian melaporkannya ke pihak berwajib pada 19 Agustus 2026 lalu.

Baca Juga: Manajemen Pertamina Tinjau AFT Hasanuddin, Pastikan Pasokan Avtur Andal untuk Indonesia Timur

Alih-alih bertanggung jawab atas perbuatannya, H pernah mengirimkan pesan cacian dan menantang melalui aplikasi perpesanan WhatsApp korban yang telah diretasnya, baik kepada YS maupun kepada kedua orang tua korban.

"Om sampai ketemu di Polres," demikian pesan yang dikirim H lewat WhatsApp kepada orangtua YS pada 1 September 2026 pukul 14.10 Wita.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Baubau yang dikonfirmasi perihal penanganan kasus yang telah dilaporkan oleh orang tua YS, meminta telisik.id menghubungi  bagian Humas Polres.

"Walaikum salam pak Kita koordinasikan terlebih dahulu lewat Humas Polres Baubau," kata salah seorang anggota unit PPA Polres Baubau, Haliza, melalui pesan WhatsApp. (B)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga