KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Selama kurang lebih dua tahun memimpin Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), duet pasangat Drs. H. Nur Rahman Umar, MH dan H. Abbas, SE sebagai bupati dan wakil bupati yang dikenal dengan akronim An-Nur dianggap berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 17,11% di tahun 2017 menurun 14,30% di tahun 2018 dan 13,19% untuk tahun 2019.
Baca Juga: Korban Tewas di Mall Mandonga, Sempat Minta Uang Sebelum Bunuh Diri
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kolut, Sablin, menurunnya angka kemiskinan dua tahun terakhir ini diakibatkan harga kebutuhan pokok yang cenderung stabil dan meningkatnya sumber pendapatan masyarakat melalau hasil tanaman sela dari program revitalisasi kakao.
"Dua tahun terakhir angka kemiskinan di Kolut memang cenderung menurun. Penurunannya sekitar 1%, dari 17,11 di tahun 2017 menjadi 14,30%, 13,19% di tahun 2018 dan 2019. Hal ini diakibatkan oleh dua faktor, pertama harga kebutuhan pokok yang cenderung stabil dan sumber pendapatan yang meningkat melalui hasil tanaman sela," kata Sablin, Jumat (17/1/2020).
Lebih lanjut Sablin menjelaskan bahwa data yang mereka peroleh bersumber dari hasil survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan oleh BPS Kolut secara independen setiap bulan Maret tahun berjalan. Dengan menggunakan metode yang sudah teruji, Sablin yakin hasil survei BPS Kolut kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan.
