adplus-dvertising

Bukan Hanya Pertalite, Pembeli Gas LPG 3 Kilogram Wajib Daftar MyPertamina

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Kamis, 30 Juni 2022
311 dilihat
Bukan Hanya Pertalite, Pembeli Gas LPG 3 Kilogram Wajib Daftar MyPertamina
PT Pertamina Parta Niaga bakal membatasi pembelian gas LPG 3 kilogram. Pembeli wajib melakukan transaksi di MyPertamina. Foto: Repro Beritasatu

" Kebijakan tersebut diambil untuk menekan beban subsidi yang melebar pada tahun ini "

JAKARTA, TELISIK.ID - PT Pertamina Patra Niaga bakal membatasi pembelian liquified petroleum gas atau LPG 3 kilogram. Konsumen yang akan membeli gas melon mesti bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina.

"Untuk LPG sebetulnya sama kita minta juga untuk register (lewat aplikasi MyPertamina),” kata Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id.

Kebijakan tersebut diambil untuk menekan beban subsidi yang melebar pada tahun ini. Mars berharap skema pembelian LPG 3 kg dapat membuat penyaluran subsidi tepat sasaran bagi kelompok menengah ke bawah.


Malahan, menurut dia, perseroan telah lebih dulu melakukan uji coba pembelian LPG 3 kilogram lewat aplikasi verifikasi MyPertamina. Dia mengklaim uji coba itu berjalan dengan baik hingga pertengahan tahun ini.

“Sebetulnya LPG sudah kami lakukan uji coba di 114 ribu penduduk menggunakan aplikasi MyPertamina. Alhamdullilah sekarang sudah masuk di tahap ke-6,” tuturnya.

Baca Juga: Pembeli Pertalite dan Solar Mulai 1 Juli Wajib Daftar di Link Ini

Dia menyebut, uji coba pembelian LPG 3 kilogram lewat aplikasi itu dilihat berdasarkan pada profil masyarakat yang dihimpun dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial. Sebelumnya, Kementerian Keuangan berencana untuk menaikkan harga jual eceran LPG 3 kilogram seiring dengan melebarnya harga keekonomian.

Melansir Tempo.co, harga keekonomian gas melon itu sudah terpaut Rp 15.359 per kilogram pada tahun ini. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, kementeriannya bakal melanjutkan agenda reformasi subsidi untuk menambal beban subsidi dan kompensasi energi yang lebar pada tahun ini.

Baca Juga: Berbeda dengan Pemerintah, Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1443 H Sabtu 9 Juli 2022

Rencanannya, Kemenkeu bakal menyesuaikan HJE mendekati harga keekonomian sembari mendorong subsidi tertutup untuk gas melon itu tahun depan.

“Misalnya secara tepat sasaran terintegrasi dengan program-program perlindungan sosial dan juga penyesuaian HJE LPG ini diselaraskan dengan kondisi perekonomian kalau sudah kondusif,” kata Febrio.

Kemenkeu mencatat realisasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram atau elpiji naik rata-rata 26,58 persen setiap tahunnya selama 2017 hingga 2021. Kenaikkan nilai subsidi itu dipengaruhi fluktuasi harga ICP dan nilai tukar rupiah. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga