adplus-dvertising

Buruh Jawa Timur Dukung Anies di Pilpres 2024

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Minggu, 04 Desember 2022
470 dilihat
Buruh Jawa Timur Dukung Anies di Pilpres 2024
Anggota NasDem DPRD Jawa Timur, Suwandy Firdaus mengatakan kalau buruh di Jawa Timur solid dukung Anies di Pilpres 2024. Foto: Try Wahyudi Ari Setyawan/Telisik

" Dukungan untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024 dari kalangan buruh mulai berdatangan. Alasannya, selama menjabat Gubernur DKI, Anies dinilai selalu membuat kebijakan yang membela buruh "

SURABAYA, TELISIK.ID - Dukungan untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024 dari kalangan buruh mulai berdatangan. Alasannya, selama menjabat Gubernur DKI, Anies dinilai selalu membuat kebijakan yang membela buruh.

Anggota Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur, Suwandy Firdaus mengatakan, sejumlah tokoh buruh dan serikat perburuhan di Jawa Timur sudah menyatakan mendukung Anies capres yang diusung NasDem di pilpres mendatang.

"Saya yang pernah aktif di perburuhan selalu berkomunikasi dengan buruh dan hampir mayoritas mendukung dan akan menjatuhkan pilihannya kepada Anies Baswedan di Pilpres mendatang," jelas pria asal Mojokerto ini, Minggu (4/12/2022).


Baca Juga: Dari Bondowoso Keyakinan Kemenangan Prabowo di Pilpres 2024 Menguat

Suwandy lalu menceritakan kepedulian Anies terhadap buruh ketika memimpin DKI sebagai gubernur, di mana Anies Baswedan selalu dimusuhi kalangan pengusaha karena keperpihakan terhadap buruh.

Suwandy lalu mencontohkan ketika Anies mengumumkan revisi kenaikan upah buruh dari 0,8 persen menjadi 5,1 persen. Dengan kenaikan itu, upah buruh naik dari Rp 4,4 juta menjadi Rp 4,6 juta. Anies beralasan, kenaikan upah buruh 0,8 terlalu kecil untuk Jakarta.

"Kebijakan Anies ini langsung menimbulkan pro kontra. Di satu sisi, Anies dipuji-puji buruh. Di sisi lain, Anies diserang para pengusaha," jelasnya.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Enam Kabupaten di Nusa Tenggara Timur Diminta Waspada

Suwandy bahkan menyikapi kenegarawan sosok Anies yang bijaksana dalam menghadapi serangan pengusaha yang menolak kebijakannya dalam menetapkan upah di DKI.

Suwandy lalu mengutip pernyataan Anies yang bijak antara lain mengatakan pengusaha sudah terbiasa dengan kenaikan upah buruh. Pasalnya, setiap tahunnya upah buruh DKI selalu naik di kisaran 8,6 persen. Bahkan di situasi pandemi COVID-19 sekalipun, UMP tetap naik sekitar 3 persen.

"Tahun ini ekonomi sudah bergerak, masa kita masih mengatakan 0,8 itu sebagai angka yang pas. Ini akal sehat aja nih, kan common sense,” kata Anies di Balai Kota saat itu. (B)

Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga