adplus-dvertising

Carut Marut Pertalite di Tengah Antrian Panjang

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Minggu, 02 Oktober 2022
435 dilihat
Carut Marut Pertalite di Tengah Antrian Panjang
Antrian panjang pertalite yang terjadi pada pengendara motor dan mobil terjadi di SPBU Konda. Foto: Nur Khumairah/Telisik

" Panjangnya antrian BBM masih menjadi polemik di masyarakat, pasalnya meski harga mahal tapi tak membuat antrian menurun. Antrian tersebut didominasi oleh bahan bakar jenis pertalite, baik terjadi pada pengendara motor juga mobil "

KENDARI. TELISIK.ID - Panjangnya antrian BBM masih menjadi polemik di masyarakat, pasalnya meski harga mahal tapi tak membuat antrian menurun. Antrian tersebut didominasi oleh bahan bakar jenis pertalite, baik terjadi pada pengendara motor juga mobil.

Meski telah ditetapkan aturan pembelian pertalite hanya bagi kendaraan roda dua dan empat sebagai konsumen paling akhir, namun hal tersebut tak mengurangi antrian panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sering terjadi.

Dari pantauan Telisik.id, Minggu (2/10/2022), stok pertalite di beberapa SPBU bahkan kosong seperti di SPBU Saranani, SPBU Tapak Kuda dan SPBU Bonggoeya. Beberapa pengendara motor memilih membeli pertamax sebagai pilihan terakhir, ketimbang membeli pertalite secara eceran. Sedangkan SPBU Konda masih tersedia pertalite tapi terjadi antrian panjang.


Baca Juga: LPPM Fakultas Kehutanan UHO Genjot Potensi Desa Tobimeita Sebagai Penghasil Aren Terbesar

Pengendara motor, Muhammad Arif mengaku, jika ia terpaksa membeli pertamax dengan harga Rp 15 ribu karena takut kehabisan bahan bakar.

"Saya sudah dari beberapa SPBU tadi, sengaja cari-cari dulu yang ada pertalitenya, mau beli yang eceran sayang. Sama saja kita biarkan mereka beli untuk terus-menerus jualan," katanya.

Ia juga mengatakan, jika jumlah pertamini dan penjual eceran makin marak. Berdasarkan pantauan di lapangan hal ini terjadi di beberapa SPBU seperti di SPBU Bundaran Tank dan SPBU Tapak Kuda.

Pengendara motor lainnya, Abdul mengatakan, jika antrian panjang pertalite sudah sering ia jumpai di beberapa SPBU, ia mengaku jika di luar Kota Kendari, antrian SPBU tak seperti di dalam kota.

"Kapan hari saya keluar kota, tidak ada antrian panjang seperti di sini (Kendari), justru Kolaka Utara dan Kolaka antriannya seperti biasa sebelum pertalite naik," ungkapnya.

Meski begitu, berdasarkan hasil pengecekan Kapolresta Kendari beberapa waktu lalu, ditemukan beberapa hal yang menjadi pengaruh antrian panjang di beberapa SPBU seperti alokasi BBM dari Depot pertamina ke SPBU, yaitu sebanyak 16 kilo liter perhari yang dianggap masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Waktu pengisian dari nozel ke kendaraan masyarakat dibutuhkan waktu sekitar 7 sampai 8 menit yang dianggap cukup lama dan tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang mengantri sehingga menyebabkan panjangnya antrian.

Baca Juga: Harga Ikan Kendari Turun di Tengah Lonjakan BBM

Namun beberapa orang pengendara motor menanggapi mengenai hal tersebut, mereka menyebut, jika membutuhkan waktu dalam pengisian BBM mengapa hal tersebut tidak terjadi sejak harga pertalite masih normal

"Logikanya, kalau memang membutuhkan beberapa menit untuk antrian mengapa baru sekarang antriannya sampe panjang begini? Pasti ada oknum lah yang memanfaatkan momen ini, jangan pemerintah bermasa bodoh," ujar Asep yang dibenarkan oleh pengendara lainnya.

Ironis memang, BBM yang tengah naik daun ini justru makin susah didapatkan masyarakat. Jika didapatkan harus melalui antrian yang cukup panjang, meski begitu tak sedikit masyarakat tetap bersabar dalam mengantri demi mendapatkan pertalite yang tak seberapa dibandingkan dengan waktu yang tersita dan lelahnya menunggu. (A)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

Baca Juga