adplus-dvertising

Cerita Juru parkir yang Berjuang Demi Menyekolahkan Kedua Putrinya

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Kamis, 05 November 2020
1212 dilihat
Cerita Juru parkir yang Berjuang Demi Menyekolahkan Kedua Putrinya
La Amili (52), salah seorang juru parkir di pasar Anduonohu Kota Kendari. Foto: Sadar/Telisik

" Iya, lumayan juga kasian. Ini untuk biaya sekolahnya anak gadis di rumah. Kadang satu hari bisa dapat Rp 50 ribu untuk bersihnya. Karena sebagian juga disetor di Pemda sekira Rp 250 ribu. "

KENDARI, TELISIK.ID - Meski hanya berprofesi sebagai juru parkir, namun La Amili (52) tak pernah menyerah untuk terus berjuang dalam menyekolahkan kedua putri tercintanya.

Dengan menggunakan rompi berwarna orange lengkap, La Amili tampak hikmat menikmati pekerjaannya meski cuaca saat itu sedang panas. Hak itu teguh dilakukan demi menyekolahkan kedua putri yang dia cintai.

Saat tim Telisik.id hendak menghampirinya, pria yang berusia senja ini tampak duduk terjaga dan sesekali mengamati kendaraan yang keluar masuk di kawasan Pasar Anduonohu, tempat ia mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.


Tim Telisk.id pun berkesempatan ngobrol dengannya saat itu. La Amili mengaku kedua putrinya itu masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Di masa SMA inilah biaya sekolah itu cukup terasa dibanding ketika masih berseragam putih biru atau putih merah.

Bagaimana tidak, penghasilan yang biasa ia dapatkan bergantung pada banyaknya kendaraan yang telah diparkirkannya.

"Iya, lumayan juga kasian. Ini untuk biaya sekolahnya anak gadis di rumah. Kadang satu hari bisa dapat Rp 50 ribu untuk bersihnya. Karena  sebagian juga disetor di Pemda sekira Rp 250 ribu." tutur La Amili dengan wajah hitam legam lantaran terpapar sinar matahari.

Ia menambahkan, penghasilan yang diperoleh perharinya itu selalu ia berikan untuk biaya belanja kedua putri tercintanya yang sama-sama masih menduduki kelas tiga SMA.

Baca juga: Semangat Kakek Pemulung yang Tak Ingin Repotkan Anak dan Cucunya

"Untuk mereka belanja di sekolah kasian, supaya ada juga tambah-tambah biaya beli bukunya mereka," ucapnya.

Selain upah perhari yang dia dapat dari memarkir motor dari pagi hingga sore, La Amili juga menerima gaji bulanan sebesar Rp 800 ribu.

Saat ini, La Amili bersama bersama kedua putrinya itu bermukim tidak jauh dari pasar Anduonohu. Ia mejalani profesinya sebagai juru parkir sudah sekitar tiga tahun, khususnya di sekitar area pasar Anduonohu.

Karena saat itu langit sudah mulai gelap dan suara toa masjid mulai terdengar, La Amili pun siap-siap untuk bergegas pulang dan kembali bertemu keluarga tercintanya yang menanti di rumah.

Mungkin sebagian orang pekerjaan itu cukup berat apalagi dengan upah tidak seberapa, akan tetapi tidak dengan La Amili. Raut wajahnya terlihat sangat bersemangat, meski memang sedikit kusam lantaran seharian kena debu dan sengatan sinar matahari.

Ia juga selalu bersyukur dan penuh semangat dalam menjalani pekerjaannya. Baginya, biar tidak seberapa tapi yang penting adalah halal dan hasil kerja keras sendiri. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga