KENDARI, TELISIK.ID – Farlan (60), seorang pria paruh baya asal Punggulaka Puuwatu, Kendari, kini menjalani hidup sebagai pemulung setelah sebelumnya berprofesi sebagai peternak yang memiliki kehidupan lebih mapan.
Perubahan hidup yang drastis memaksa Farlan beralih profesi demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dulu, Farlan adalah peternak yang sukses, memelihara banyak ternak dan menggunakan hasilnya untuk membeli tanah serta membangun rumah tinggal. Namun, perubahan kondisi memaksa Farlan menghentikan usahanya.
"Peternakan saya dulu cukup baik, tapi akhirnya saya harus menggunakan tanah untuk membangun rumah. Modal habis, dan usaha pun terpaksa saya hentikan," cerita Farlan dengan nada berat.
Kini, Farlan berjuang sebagai pemulung. Setiap hari, ia mengumpulkan barang bekas seperti kardus, plastik, dan logam dari berbagai sudut Kota Kendari.
