adplus-dvertising

Semangat Kakek Pemulung yang Tak Ingin Repotkan Anak dan Cucunya

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Kamis, 29 Oktober 2020
2312 dilihat
Semangat Kakek Pemulung yang Tak Ingin Repotkan Anak dan Cucunya
Kek Mujiono tengah mendorong gerobak miliknya. Foto: Ahmad Sadar/Telisik

" Iya, tinggal sama anak di sana, tapikan saya tidak ingin bergantung sama anak. Saya tidak mau juga repotkan mereka. "

KENDARI, TELISIK.ID - Meski telah berusia senja dan mempunyai anak juga cucu yang bisa menghidupinya, namun Kakek Mujiono tak ingin merepotkan mereka.

Ia lebih memilih mengais rezki dan tak ingin bergantung terhadap anak-anaknya, yakni dengan mendorong gerobak sebagai tempat sampah bekas yang kemudian akan dijualnya.

Tampak Kek Mujiono kala itu tengah istirahat di pinggir Jalan Martandu kawasan Anduonohu Kota Kendari. Telisik.id pun menghampiri dan berkesempatan ngobrol dengannya.


Senyum yang terpancar di wajahnya kini membuka percakapan kami saat itu.

Mujiono yang berumur 68 tahun itu mengaku, sebagai asli dari Jawa Timur, di Kendari ia bertempat tinggal di Kecamatan Kambu bersama anak dan cucunya di sana.

"Iya, tinggal sama anak di sana, tapikan saya tidak ingin bergantung sama anak. Saya tidak mau juga repotkan mereka," ucapnya, Kamis (29/10/2020).

Kemudian lanjutnya, sudah berkisar enam tahun ia menggeluti pekerjaannya sebagai pemulung.

Baca juga: Kisah Pilu Nenek di Konawe Tinggal Sebatang Kara

"Iya, sudah lama. Dari saya jadi tukang becak sampai kerja dorong gerobak cari sampah bekas. Yang pentingkan halal," ucapnya tersenyum.

Meski hanya berpenghasilan Rp 20 ribu perharinya tak menurunkan semangat kakek ini untuk tetap mengais rezki dari sampah bekas yang dicarinya.

Sejak pukul 07:30 Wita, ia mulai mendorong gerobaknya, dengan menyelusuri pinggiran kota untuk mencari sampah bekas hingga menjelang sore hari.

"Pagi saya sudah mulai berangkat cari sampah bekas, kadang kalau sudah sore selalu di jemput anakku di sini pakai motor didorong dengan gerobaknya," ungkapnya.

Selain itu, tambah Kek Mujiono, selama masih kuat dan bisa cari makan sendiri, ia tidak ingin merepotkan anak-anaknya.

"Ya selama kita masih kuat dan bisa kerja, Alhamdulillah, saya bisa cari makan sendiri, kan nggak enak kalau bergantung sama anak-anak," pungkasnya. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Kardin

TAG:
Baca Juga