Cerita Mahasiswi Dijebak Senior jadi PSK, Ngaku Keenakan dengan Uang Instan hingga Dibayar Pelanggan Seusia Ayahnya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 04 Januari 2026
0 dilihat
Cerita Mahasiswi Dijebak Senior jadi PSK, Ngaku Keenakan dengan Uang Instan hingga Dibayar Pelanggan Seusia Ayahnya
Ilustrasi, mahasiswi terjaring razia Cirebon ungkap jerat senior, uang instan, dan pelanggan seusia ayah sendiri. Foto: Repro Suara.com

" Pengakuan mahasiswi berinisial CR mengungkap jerat senior membawanya menjadi PSK, tergiur uang instan, hingga melayani pelanggan ayahnya, terjaring razia jelang Ramadan di Cirebon Jawa Barat, beberapa tahun lalu "

CIREBON, TELISIK.ID - Pengakuan mahasiswi berinisial CR mengungkap jerat senior membawanya menjadi PSK, tergiur uang instan, hingga melayani pelanggan ayahnya, terjaring razia jelang Ramadan di Cirebon Jawa Barat, beberapa tahun lalu.

Razia penyakit masyarakat menjelang Ramadan yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membuka rangkaian cerita lanjutan.  

Dari operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah pasangan di hotel melati. Salah satunya seorang mahasiswi berinisial CR, berusia 20 tahun, yang kemudian mengaku berprofesi sebagai wanita panggilan.

Saat ditemui di kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon, CR awalnya membantah. Ia beralasan hanya singgah untuk beristirahat, makan, serta menunggu kedatangan seorang teman. Namun, petugas menilai keterangan itu tidak sejalan dengan penampilan busana dan riasan yang dikenakannya. Setelah dilakukan pendalaman, CR akhirnya mengakui aktivitas yang dijalaninya.

Baca Juga: Cerita Polwan Cantik Rela Nyamar jadi PSK Demi Bongkar Sindikat Perdagangan Orang

“Sudah dua tahunan jadi freelance, tidak stand by di tempat. Hanya kalau dipanggil mami saja,” ujar CR saat dimintai keterangan, seperti dikutip dari JPNN, Minggu (4/1/2026).

Ia menyebut kegiatannya tidak dilakukan setiap hari, melainkan bergantung pada panggilan pihak tertentu yang mengoordinasikan tamu.

CR mengisahkan awal keterlibatannya berangkat dari pergaulan. Mahasiswi asal Indramayu itu datang ke Cirebon untuk menempuh pendidikan tinggi. Dalam proses adaptasi, ia berkenalan dengan sejumlah teman yang lebih senior. Dari lingkar pertemanan itulah, tawaran pekerjaan di dunia malam mulai dikenalnya.

“Awalnya ikut-ikutan teman. Kok kayak enak ya. Uangnya banyak bisa beli make up, bisa beli baju. Kalau minta ke orang tua kan lama dapatnya,” kata CR blak-blakan.  

Ia mengaku dorongan ekonomi dan keinginan memenuhi kebutuhan pribadi membuatnya bertahan.

Pengalaman pertama menerima pesanan masih diingat CR. Kala itu, seorang pria memintanya menemani bernyanyi. Dari aktivitas tersebut, ia menerima bayaran sekitar Rp 500 ribu. “Umurnya mungkin sebaya dengan ayah saya,” ucapnya.  

Menurut CR, dari peristiwa itu ia merasa mulai terbiasa karena aktivitas yang dilakukan dianggapnya ringan.

Seiring waktu, pendapatan yang diperoleh CR berkisar Rp 750 ribu per minggu. Uang tersebut dikelola melalui seorang perantara yang biasa disebut mami, yang beroperasi di salah satu tempat karaoke di Kota Cirebon.  

“Ada maminya. Kalau tidak pakai mami susah cari tamu. Kalau pakai mami, tiap hari pasti melayani tamu,” tuturnya.

Aktivitas tersebut dirahasiakan rapat-rapat dari keluarga dan orang terdekatnya di Indramayu. CR mengaku selalu mengubah penampilan saat pulang kampung agar tidak menimbulkan kecurigaan.  

“Kalau Bapak tahu bisa marah besar. Pacar saya juga tidak tahu,” katanya dengan nada pelan.

Dalam menjalani pekerjaannya, CR mengaku berupaya memenuhi permintaan tamu sebatas aturan yang ia tetapkan sendiri. Ia menegaskan tidak pernah memberikan layanan melebihi batas tertentu.  

Baca Juga: Cerita PSK Cantik Punya Senjata Bikin Takluk di Ranjang, Ngaku PNS hingga Mahasiswa Rela Antre

“Pernah ada yang ngajak ke kamar setelah karaoke, tapi saya tolak, meski ditawari uang Rp 5 juta,” ujarnya.

CR menambahkan, selama ini aktivitasnya hanya sebatas menemani bernyanyi dan menuangkan minuman.  

“Kalau kerja tidak pernah lebih dari ciuman dan sentuhan saja. Untuk lanjut ke kamar masih takut,” kata CR.  

Pengakuan tersebut kini menjadi bagian dari pendataan Satpol PP untuk pembinaan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani  

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga