adplus-dvertising

China Perintahkan Warganya Timbun Makanan, Kenapa?

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Kamis, 04 November 2021
974 dilihat
China Perintahkan Warganya Timbun Makanan, Kenapa?
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan. Foto: Repro AFP

" Kementerian Perdagangan juga menyarankan warga bukan hanya untuk musim dingin ini, China meminta warga menyetok makanan hingga musim semi. Ini mendadak membuat gelombang kepanikan di media China. Sejumlah netizen berspekulasi soal apa yang terjadi "

BEIJING, TELISIK.ID - Kementerian Perdagangan China meminta agar warganya untuk mulai menimbun bahan-bahan kebutuhan sehari-hari.

Warga diminta untuk mempersiapkan pasokan kebutuhan hidup pokok dan darurat. 

"Kami meminta keluarga untuk menyimpan sejumlah kebutuhan sehari-hari yang diperlukan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan keadaan darurat," ujar situs resmi pemerintah tersebut, dilansir Cnbcindonesia, Kamis (4/11/2021).


Tak hanya itu, Kementerian Perdagangan juga menyarankan warga bukan hanya untuk musim dingin ini, China meminta warga menyetok makanan hingga musim semi. Ini mendadak membuat gelombang kepanikan di media China. Sejumlah netizen berspekulasi soal apa yang terjadi.

"Pemerintah bahkan tidak menyuruh kami untuk menimbun barang saat wabah Covid merebak di awal 2020," tulis salah satu pengguna Weibo menanggapi kabar tersebut.

"Mungkin pihak berwenang mengingatkan orang-orang bahwa mereka mungkin tidak mampu membeli sayuran musim dingin ini," ujar yang lain.

Nyatanya, perintah ini sendiri bukan tanpa alasan. Ini diambil dengan beberapa pertimbangan mengenai permasalahan yang sedang dialami Negeri Tirai Bambu seperti cuaca buruk, kekurangan energi, dan pembatasan akibat lonjakan COVID-19.

Sebelumnya dilansir dari Reuters, rata-rata harga pangan, terutama sayuran, melonjak 39,8% sejak September. Ini diakibatkan gagal panen yang disebabkan hujan lebat yang membanjiri lahan sayuran.

Sejak September hingga awal Oktober, terjadi hujan deras di sebagian besar wilayah utara China. Kebanyakan membanjiri provinsi penghasil sayuran terbesar di Shandong.

Sementara itu, tindakan penguncian juga sedang digalakkan di beberapa provinsi yang mengalami lonjakan COVID-19. Sejauh ini, Negeri Tirai Bambu pun juga sudah melakukan langkah-langkah penguncian di kota Heihe, Lanzhou, dan Eijin. Selain di tiga kota itu, penguncian yang sifatnya lokal atau per kompleks perumahan juga dilakukan di distrik Changping, barat laut Beijing. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Mendarat di Abu Dhabi, Ini Agendanya

Baca Juga: Perkuat Kemitraan Bisnis, Jokowi Bertemu Pangeran MBZ hingga Pebisnis PEA di Abu Dhabi

Pada Rabu, (3/11/2021), China melaporkan rekor penambahan kasus harian terbaru sebesar 93 kasus. Lonjakan kasus baru ini dimotori oleh Varian Delta yang tersebar dari luar negeri. Selain itu, terdapat juga beberapa kluster Covid yang terkait dengan sekelompok wisatawan asal Shanghai yang pergi berwisata ke beberapa wilayah di provinsi Gansu dan Mongolia Dalam.

Menghimpun data COVID-19 dari Worldometers, negara terbesar di Asia itu telah mencatatkan 97.423 kasus infeksi yang diiringi dengan 4.636 kematian sejak wabah itu pertama kali muncul di kota Wuhan. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga