Daftar Program Prioritas Nasional Pendidikan 2027, Kelas Disiapkan Layar Pintar dan 100 Ribu Sekolah Direnovasi hingga 2029

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 20 Agustus 2026
0 dilihat
Daftar Program Prioritas Nasional Pendidikan 2027, Kelas Disiapkan Layar Pintar dan 100 Ribu Sekolah Direnovasi hingga 2029
Pemerintah menetapkan tiga prioritas pendidikan 2027, mulai renovasi sekolah, layar pintar, hingga sekolah negeri gratis. Foto: Repro Kemendikdasmen

" Pemerintah menetapkan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan pendidikan gratis sebagai prioritas nasional pendidikan 2027 hingga 2029 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah menetapkan revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan pendidikan gratis sebagai prioritas nasional pendidikan 2027 hingga 2029.

Pemerintah menetapkan sejumlah program prioritas nasional bidang pendidikan dalam RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027. Kebijakan tersebut mencakup perbaikan sarana sekolah, digitalisasi pembelajaran, perluasan pendidikan gratis, hingga peningkatan kesejahteraan guru.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebijakan tersebut saat memberikan Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 14 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan pemerintah akan mempercepat renovasi satuan pendidikan pada 2027 dan 2028. Seluruh proses revitalisasi sekolah ditargetkan selesai paling lambat pada 2029.

“Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat,” kata Prabowo, seperti dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Kamis (20/8/2026)

Menurut Prabowo, masih terdapat sekolah yang memiliki atap bocor atau runtuh, dinding retak, toilet rusak, serta ruang kelas yang tidak aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Karena itu, pemerintah menargetkan seluruh sekolah berada dalam kondisi baik, aman, bersih, dan layak digunakan peserta didik.

“Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak,” kata Prabowo.

Hingga 2025, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan revitalisasi terhadap sekitar 17 ribu satuan pendidikan. Pada 2026, program tersebut diperluas hingga mencakup lebih dari 71.744 sekolah.

Pemerintah kemudian menargetkan revitalisasi mencapai 100 ribu satuan pendidikan pada 2027 dan 2028. Selanjutnya, seluruh sekolah ditargetkan selesai direnovasi pada 2029.

“Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren, harus kita selesai renovasi. Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, yakni Pulau Miangas,” kata Prabowo.

Layar Pintar Disiapkan di Sekolah

Selain renovasi sekolah, pemerintah memasukkan digitalisasi pembelajaran sebagai program prioritas pendidikan nasional pada 2027.

Pemerintah menyiapkan layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Hingga akhir Desember 2026, pemerintah akan mengupayakan tambahan tiga layar pada setiap sekolah. Dengan demikian, setiap sekolah ditargetkan memiliki empat ruangan yang dilengkapi IFP.

Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap materi pendidikan.

“IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar. Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh. Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota-ibu kota provinsi,” tegas Prabowo.

Baca Juga: ESDM Setujui Revisi RKAB 2026, Tambang Nikel dan Batu Bara Bisa Produksi Lagi

Sekolah Negeri Gratis

Pendidikan gratis juga menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah pada 2027. Prabowo mengatakan sekolah negeri harus memberikan pendidikan tanpa pungutan biaya.

“Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Bagi mereka yang punya kemampuan, silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tetapi pemerintah harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis,” kata Prabowo.

Untuk mendukung berbagai kebijakan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp61,1 triliun dalam RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat program kerja prioritas nasional bidang pendidikan dasar dan menengah.

Anggaran itu juga digunakan untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Daftar Program Prioritas Pendidikan 2027

Sejumlah program prioritas nasional bidang pendidikan dasar dan menengah yang masuk dalam anggaran 2027 meliputi:

- Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang dilaksanakan secara swakelola oleh satuan pendidikan penerima manfaat dengan anggaran Rp9,28 triliun.

- Wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa pungutan biaya serta bantuan perlengkapan sekolah, dengan anggaran Rp5 triliun.

- Pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT, dengan anggaran Rp7,21 triliun.

- Transformasi pembelajaran melalui digitalisasi pendidikan, dengan anggaran Rp5,83 triliun.

- Peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, dengan anggaran Rp14,09 triliun.

- Program Indonesia Pintar atau PIP bagi sekitar 18 juta peserta didik, dengan anggaran Rp13,79 triliun.

- Pengembangan Studio Guru, untuk memperkuat ekosistem pembelajaran dan meningkatkan kapasitas pendidik, dengan anggaran Rp40 miliar.

Di luar program prioritas tersebut, Kemendikdasmen tetap menjalankan berbagai program untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.

Pemerintah mengalokasikan Rp123,6 miliar untuk Afirmasi Pendidikan Menengah atau ADEM bagi peserta didik dari daerah afirmasi dan anak pekerja migran Indonesia.

Bantuan pendidikan bagi peserta didik berprestasi mendapat anggaran Rp245,8 miliar. Sementara itu, beasiswa bagi guru untuk memperoleh kualifikasi akademik S1 atau D4 dialokasikan Rp210 miliar.

Kemendikdasmen juga menyiapkan Rp152,1 miliar untuk penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru atau PPG serta pengembangan kompetensi di bidang STEM, MIPA, pembelajaran mendalam, dan digitalisasi pembelajaran.

Baca Juga: Istana Beber Nasib Guru PPPK 2026 Otomatis Terangkat Pegawai Pemerintah Pusat

Untuk penyelenggaraan pendidikan bagi Sekolah Indonesia di Luar Negeri atau SILN, pemerintah mengalokasikan Rp176,5 miliar.

Program peningkatan keterampilan dan penguasaan keterampilan baru berstandar industri bagi pendidik dan tenaga kependidikan bidang vokasi mendapatkan anggaran Rp133,9 miliar.

Kemendikdasmen juga melanjutkan program pendidikan karakter, pengembangan bakat, talenta, dan prestasi peserta didik, serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA.

Selain itu, pemerintah tetap menjalankan akreditasi satuan pendidikan serta peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan.

Dengan rangkaian kebijakan tersebut, program pendidikan nasional 2027 diarahkan pada tiga agenda utama, yakni memperbaiki sarana sekolah melalui revitalisasi, memperluas penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta meningkatkan akses pendidikan tanpa biaya pada sekolah negeri. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga