
JAKARTA, TELISIK.ID - Lonjakan utang luar negeri Indonesia mencapai titik tertinggi baru sebesar US$453,37 miliar pada pertengahan tahun 2026.
Pertumbuhan utang yang signifikan ini dipicu oleh meningkatnya kewajiban Bank Indonesia serta kontribusi pinjaman dari sektor swasta.
Menariknya, terdapat pergeseran tren di mana ketergantungan terhadap Amerika Serikat meningkat tajam sementara pertumbuhan utang dari China cenderung mendatar.
Meskipun Singapura masih mempertahankan posisinya sebagai pemberi pinjaman terbesar bagi Indonesia, nilainya tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
