Dari Hindu ke Islam, Komang Memilih Mualaf demi Cinta dan Kehidupan Baru

La Ode Manarfa Nafsahu, telisik indonesia
Sabtu, 25 Mei 2024
0 dilihat
Dari Hindu ke Islam, Komang Memilih Mualaf demi Cinta dan Kehidupan Baru
Yuni, kini rajin belajar membaca Al-Qur'an dan mempelajari syariat agama Islam. Foto: La Ode Manarfa Nafsahu/Telisik

" Komang yang kini dipanggil dengan nama Yuni, seorang wanita berusia 34 tahun asal Bali, memilih mualaf awalnya karena ingin menikah dengan kekasihnya yang beragama Islam "

KENDARI, TELISIK.ID - Komang yang kini dipanggil dengan nama Yuni, seorang wanita berusia 34 tahun asal Bali, Pulau Dewata. Dia telah menetap di Konawe Selatan bersama orang tuanya di Desa Sabulakoa, Kecamatan Landono, sejak kecil.

Yuni yang sebelumnya beragama Hindu dengan nama panggilan Komang, kini telah memeluk Islam.

Dalam wawancara dengan Telisik.id Jumat (24/5/2024) pukul 15.30 Wita, di kediamannya dekat Masjid Al-Mi'raj, Jalan Wayong, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Komang menceritakan perjalanan spiritualnya menuju Islam.

Komang menjelaskan bahwa keputusannya memeluk Islam berawal dari keinginannya untuk menikah dengan kekasihnya, yang kini telah menjadi suaminya.

Menyadari bahwa salah satu dari mereka harus mengorbankan keyakinan agamanya, Yuni memilih untuk masuk Islam dan meninggalkan agama Hindu yang dianutnya sejak lahir.

Baca Juga: Kisah Artis Hollywood Emilie Francois Putuskan Mualaf, Mundur dari Dunia Hiburan hingga Berhijab

"Iya sudah pasti harus ada yang mengorbankan kepercayaan agamanya, karena suami saya beragama Islam. Tidak mungkin suami saya ikut agama saya, jadi saya putuskan masuk Islam," kata Yuni.

Pada tahun 2010, Komang mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al Kautsar, Jalan Drs. H. Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Setelah masuk Islam, ia mulai belajar tentang agama barunya dan mengubah nama panggilannya dari Komang menjadi Yuni.

Meski awalnya beranggapan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan yang sama, pandangan Komang berubah seiring waktu.

"Saat itu saya beranggapan bahwa semua agama sama-sama mengajarkan kebaikan," ujarnya sambil tersenyum.

Ia menemukan bahwa Islam jauh lebih kompleks namun mudah dipahami bagi dirinya yang masih awam, terutama saat pertama kali belajar membaca Al-Qur'an di Masjid Al Mi'raj.

Baca Juga: Niat jadi Pendeta, Bule Cantik Ini Malah Mantap Mualaf dan Berhijab

Komang mulai giat belajar membaca Al-Qur'an dan menunaikan salat lima waktu setelah mendapatkan pertanyaan dari anaknya yang membuatnya tersadar dan merasa bersedih. Pertanyaan itu memotivasi dirinya untuk lebih mendalami ajaran Islam.

Meskipun orang tuanya awalnya menolak keputusannya untuk masuk Islam, mereka perlahan-lahan mulai menerima. Kini, saat Komang berkunjung ke rumah orang tuanya, ia tidak lagi menemukan makanan yang diharamkan dalam Islam, seperti sebelumnya.

Dengan keputusan ini, Komang berharap dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya serta membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga dan kerabatnya. (A)

Penulis: La Ode Manarfa Nafsahu

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga