Dikbud Sulawesi Tenggara Tekankan Moral Melalui Pendidikan Pancasila Guna Kurangi Bullying

Wa Ode Ria Ika Hasana, telisik indonesia
Jumat, 15 Desember 2023
0 dilihat
Dikbud Sulawesi Tenggara Tekankan Moral Melalui Pendidikan Pancasila Guna Kurangi Bullying
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, Yusmin mengatakan, pendidikan Pancasila telah dijadikan kurikulum wajib di semua sekolah. Foto: Ist.

" Kurikulum Merdeka Belajar merujuk pada usaha untuk memasukkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi negara Indonesia ke dalam proses pembelajaran "

KENDARI, TELISIK.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong seluruh peserta didik agar dapat menerapkan moral dan etika yang baik di lingkungan sekolah melalui pendidikan Pancasila.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka Belajar merujuk pada usaha untuk memasukkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi negara Indonesia ke dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka Belajar menekankan pada pemberian kebebasan dan fleksibilitas bagi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan.

Proses belajar mengajar di SMAN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

 

Kepala Dinas Dikbud Sulawesi Tenggara, Yusmin mengatakan, pendidikan Pancasila telah dijadikan kurikulum wajib di semua sekolah, baik SMA maupun SMK setelah peluncuran buku bahan ajar Pancasila pada 1 Juni 2023. Buku itu disusun Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Menurutnya, pendidikan Pancasila penting diajarkan di setiap sekolah karena di dalamnya mengajarkan moral, etika, hingga toleransi beragama, dan lainnya. Dikbud Sulawesi Tenggara juga tak sendiri dalam membangun karakter Pancasila para siswa. Pihaknya juga menggandeng Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tenggara untuk ikut mensosialisasikan pentingnya moderasi beragama di sekolah.

Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara Dukung Pengembangan Kemampuan Seni Siswa

Baca Juga: Dikbud Sulawesi Tenggara Dukung Pengembangan Fasilitas Pelatihan Guru

“Suasana keberagaman di sekolah SMA/SMK Sulawesi Tenggara yang sangat terasa mulai dari perbedaan ras, suku, dan agama, pendidikan Pancasila dapat menanamkan perilaku saling menghormati dan anti bullying di sekolah,” ujarnya.

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

 

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida mengatakan, Kurikulum Merdeka saat ini dapat membentuk karakter siswa. Dalam karakter profil Pancasila ada lima poin, yaitu bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berkebhinekaan global, kreatif, mandiri dan bernalar kritis.

"Kurikulum merdeka ada tiga tahapan, yakni mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi. Tahun ini baru kita terapkan Kurikulum Merdeka. Sehingga kita baru pada mandiri berubah," terangnya.

Pendidikan Pancasila dalam Kerangka Kurikulum Merdeka Belajar tidak hanya terbatas pada pengajaran teoritis, tetapi juga mencakup pengembangan sikap, nilai, dan karakter peserta didik. Hal ini bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai moral dan sosial yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. (B-Adv)

Penulis: Wa Ode Ria Ika Hasana

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga