Buku Konseling Perilaku Seks Berisiko pada Remaja, Elna Sari: Seks Tak Seharusnya Pra Nikah

Putri Wulandari, telisik indonesia
Sabtu, 22 Oktober 2022
0 dilihat
Buku Konseling Perilaku Seks Berisiko pada Remaja, Elna Sari: Seks Tak Seharusnya Pra Nikah
Buku Konseling Perilaku Seks Berisiko pada Remaja, yang ditulis oleh dosen asal Kabupaten Muna, Elna Sari. Foto: Ist.

" Maraknya pergaulan bebas di kalangan generasi muda saat ini, menjadi suatu kekhawatiran yang akan berimbas pada masa depan remaja "

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Maraknya pergaulan bebas di kalangan generasi muda saat ini, menjadi suatu kekhawatiran yang akan berimbas pada masa depan remaja.

Tak heran, di era globalisasi saat ini perkembangan teknologi semakin pesat dan menjadikan segala macam cara menjadi mudah dilakukan hanya dengan jentikkan jari, tetapi dari hal itu tak lepas dari dampak positif dan negatif yang dirasakan.

Saat ini pemberitaan, baik media online, media cetak, maupun media sosial selalu mengejutkan para pembacanya, pasalnya semakin pesat perkembangan teknologi, semakin banyak kasus yang dilakukan oleh remaja, salah satunya seks bebas bahkan fatalnya berujung pada kasus aborsi.

Tak jarang seks bebas yang dilakukan oleh remaja yang bahkan masih di bawah umur, berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan beberapa Magister di salah satu universitas ternama di Indonesia, seks bebas yang dilakukan pada anak di bawah umur 20 tahun akan sangat berdampak pada kesehatannya atau bahkan berujung pada kematian.

Baca Juga: Upaya HMJ Psikologi UHO Cegah Perilaku Bullying

Hal ini dituturkan oleh salah satu dosen asal Kabupaten Muna, Elna Sari, maraknya pergaulan bebas yang dilakukan remaja, maka ia mengingatkan pada remaja tersebut melalui buku yang telah terbit dengan judul "Konseling Perilaku Seks Berisiko Pada Remaja".

"Judul ini saya ambil sebab melihat maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja," ungkapnya, Sabtu (22/10/2022).

Dikatakannya, ia menulis buku ini sejak awal Tahun 2022, sebagai pengembangan dari tesis, ia lakukan penelitian ilmiah tersebut, bertujuan agar para remaja atau generasi muda saat ini harus bebas dari penyakit seks.

"Saya kembangkan dari 5 bulan yang lalu, dan saya revisi isinya sebagian, hasil penelitiannya saya ambil dari tesisku," bebernya.

Dalam sinopsis buku yang telah diterbitkan itu, Magister lulusan Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiologi, Univeristas Hasanuddin ini katakan, awal usia remaja ditandai dengan persahabatan dan berkawan, utamanya pada teman sebaya, di mana hubungan itu akan begitu kuat terjalin sebab melibatkan emosi.

Kemudian, dalam persahabatan itu, banyak hasil penelitian menunjukkan yang menjadi faktor utama dalam menentukan daya tarik hubungan interpersonal antar para remaja, di mana pada umumnya akan memiliki berbagai kesamaan, baik minat, nilai-nilai, pendapat, sifat kepribadian, bahkan pada perilaku seksual yang akan mendorong hasrat seksual baik pada lawan jenis maupun sesama jenis.

"Yang memang pada dasarnya remaja tak boleh lakukan hubungan seks pra nikah," ujarnya.

Lanjutnya, hubungan seksual seharusnya dilakukan oleh pasangan yang telah menikah secara resmi, dampak dari seks bebas itu akan menyebabkan kehamilan, yang di mana kehamilan pada usia di bawah 20 tahun akan sangat berisiko, bahkan akan menyebabkan penyakit kelamin yang menular, yakni IMS, HIV, serta AIDS.

Namun seks bebas saat ini menjadi hal lumrah bagi sebagian remaja saat ini, yang menganggap hubungan seks tanpa ikatan yang sah itu hal biasa dan wajar untuk dilakukan.

Maka ia mengatakan, dengan adanya konseling sebagai program kesehatan penunjang perubahan perilaku remaja terhadap pengetahuan dan sikap tentang perilaku seks yang beresiko.

Ada beberapa tujuan konseling yang sering dipakai oleh beberapa pakar, ini dikemukakan oleh Shrertzer dan Stone, yakni perubahan pada tingkah laku, kesehatan mental positive, kefektifan pribadi dan pembuatan keputusan.

Sehingga mantan Dosen IST Stikes Buton ini berharap, agar semua kalangan remaja dan para pelajar, baik SMP maupun SMA, untuk bisa memahami buku yang telah diterbitkan ini, mulai dari saat ini agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan nantinya.

Baca Juga: Sekolah Alam Kendari Jadikan Alam Terbuka sebagai Media Pembelajaran

"Saya rencana akan masukkan juga di sekolah-sekolah, dengan adanya buku ini semoga tidak ada lagi remaja yang lakukan seks bebas yang akan berdampak sangat besar bagi mereka," tutup Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PKPM itu.

Sementara itu, sebagai salah satu pembaca, Alim, memgaku senang dengan terbitnya buku tersebut, sebab bisa mengedukasi kepada semua generasi muda tentang bahaya dari seks bebas.

"Ini untuk edukasi kepada remaja, dampak apa yang akan mereka dapatkan ketika melakukan seks pra nikah," ungkapnya.

Katanya, di era saat ini, tak jarang ditemui banyaknya remaja yang menikah di bawah umur, padahal melihat dari sudut manapun hal itu akan berdampak negatif atau beresiko tinggi.

"Misalnya dapat menyebabkan kematian pada remaja yang mengalami kehamilan di usia muda, atau bisa saja secara mental juga terganggu," ucapnya. (B)

Penulis: Putri Wulandari

Editor: Kardin

Baca Juga