Dinkes Sulawesi Tenggara Validasi Data Temuan Penyakit Pasca COVID-19

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Selasa, 25 Juli 2023
0 dilihat
Dinkes Sulawesi Tenggara Validasi Data Temuan Penyakit Pasca COVID-19
Dinkes Sulawesi Tenggara saat saat menghadiri secara virtual sosialisasi pedoman penganugerahan SDM Kesehatan Teladan. Foto: Repro sultraprov.go.id

" Untuk penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara memprioritaskan setidaknya tiga penyakit yaitu hipertensi, diabetes dan penyakit jantung "

KENDARI, TELISIK.ID - Setelah pandemi COVID-19 mereda, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara melakukan validasi data temuan penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulawesi Tenggara, Muhammad Ridwan. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan kebenaran data tentang penyakit menular dan tidak menular yang terjadi setelah masa pandemi COVID-19.

Sejak pandemi COVID-19 berlangsung, Dinkes Sulawesi Tenggara telah fokus pada penanganan COVID-19 dan upaya pencegahan penularan virus. Namun, perhatian terhadap penyakit menular dan tidak menular lainnya juga tetap menjadi prioritas untuk mencegah potensi wabah dan penyebaran penyakit lain yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Setelah Covid ini kita validasi semua data terkait angka temuan penyakit. Alhamdulillah sudah ada gerakan peningkatan. Kalau sudah ditemukan, maka kita obati,” katanya kepada Telisik.id saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Baca Juga: Dinkes Sulawesi Tenggara Fokus Kejar Imunisasi untuk Kesehatan Masyarakat

Untuk saat ini, kata dia, dari beberapa penyakit penular setidaknya ada tiga yang menjadi prioritas untuk ditangani yakni malaria, tuberkulosis (TBC), dan human immunodeficiency virus (HIV). Dimana ketiga penyakit menular ini ditargetkan dapat terelemiasi pada tahun 2023 ini.

Sementara untuk penyakit tidak menular ini, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara juga memprioritaskan setidaknya tiga penyakit, di antaranya adalah pengendalian hipertensi, pengendalian diabetes, dan pencegahan penyakit jantung.

Baca Juga: Dinkes Sulawesi Tenggara Rutin Gelar Tes Kebugaran ASN

“Kita juga sudah banyak menemukan penemuan penyakit dan kita obati, lalu evaluasi hasil pengobatannya dan dilakukan terus pemeriksaan. Begitu juga logistik obat kita distribusi ke kabupaten dan kota,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, dikutip dari sampoernauniversity.ac.id, validasi data merupakan proses pengujian kebenaran dari data atau bahan yang akan dijadikan dasar kajian dalam penelitian. Pengujian kebenaran berhubungan erat dengan teknik pengumpulan data saat peneliti mencari dan mengumpulkan informasi yang digunakan untuk menganalisis masalah atau menganalisis data.

Validasi data berisi proses dokumentasi yang harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan tata cara, metode, dan prosedur penelitian yang berlaku. (B-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga