Diserbu Warga Sejak Pagi, 600 Bungkus Minyak Goreng Habis Sejam di Pasar Murah Pemkot Kendari
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026
0 dilihat
Kapala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Abdul Rauf (kiri), menyebut distribusi minyak Bulog jadi perhatian dalam pasar murah Pemkot Kendari. Foto: Andi Nuraisa/Telisik
" Antrean panjang mewarnai pasar murah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari setelah ratusan bungkus minyak goreng murah ludes diserbu warga "

KENDARI, TELISIK.ID - Antrean panjang mewarnai pasar murah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari setelah ratusan bungkus minyak goreng murah ludes diserbu warga hanya dalam waktu satu jam penjualan.
Pemkot Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Mei 2026, di pelataran Kantor Wali Kota Kendari.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras dijual Rp 58 ribu per sak, telur berkisar Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per rak, bawang merah Rp 35 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp 40 ribu per kilogram.
Selain bahan pokok, berbagai produk olahan pangan dan jajanan pelaku UMKM turut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan pasar murah itu digelar sebagai langkah mengantisipasi fluktuasi harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus membantu masyarakat pascabanjir di Kota Kendari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Abdul Rauf mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
“Sehingga kita ingin kebutuhan masyarakat akan pangan, baik pasca bencana maupun dalam menyambut Hari Raya Iduladha, mudah didapatkan dan terjangkau,” jelasnya kepada telisik.id, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Telisik.id Ikut Ambil Bagian Gerakan Pangan Murah Pemkot Kendari Jelang Idul Adha
Pada hari ketiga pelaksanaan pasar murah, minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga. Ratusan emak-emak terlihat memadati lokasi penjualan sejak pagi untuk mendapatkan minyak goreng bersubsidi.
Abdul Rauf menjelaskan, kelangkaan minyak goreng di pasaran dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat.
“Kalau tahun lalu yang dibantu itu beras, nah untuk tahun ini Kota Kendari mendapat 27 ribu KPM atau keluarga penerima manfaat mendapat bantuan pangan per bulan dan minyak goreng 4 liter per kepala keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, program bantuan minyak goreng tersebut membuat stok di pasaran ikut berkurang karena distribusi langsung dilakukan kepada masyarakat penerima bantuan.
“Sehingga karena ini minyak goreng program baru, itu juga salah satu barangkali sehingga minyak goreng ini agak kurang di pasaran karena banyak yang langsung kita bantu ke masyarakat itu pertama,” katanya.
Selain itu, dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu juga memengaruhi distribusi pangan di Kota Kendari. Pemerintah Kota Kendari kemudian mengusulkan bantuan pangan tambahan kepada pemerintah pusat.
“Alhamdulillah malam itu juga dikabulkan pada saat datang Kepala Badan Pangan di Kendari, dan kedatangan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, kami juga dibantu 1.500 sachet minyak goreng dan beras,” ungkap Abdul Rauf.
Menurutnya, pihak Bulog juga telah menyampaikan informasi terkait tambahan pasokan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
Salah satu peserta Gerakan Pangan Murah dari media telisik.id, Andi Nuraisa, mengatakan antusiasme warga terhadap minyak goreng sangat tinggi karena selama dua hari sebelumnya stok belum tersedia.
“Di Bulog tidak ada minyak, sehingga di pasar murah dua hari juga tidak ada minyak, sementara ibu-ibu antusias ke pasar murah tujuan utama hanya cari minyak goreng,” ujarnya.
Baca Juga: TPID Kendari Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman Jelang Idul Adha 2026
Ia menuturkan, pada hari ketiga stok minyak goreng akhirnya tersedia dan langsung diserbu warga karena harga yang dijual jauh lebih murah di banding harga pasar.
“Hari ketiga baru ada minyak keluar dari Bulog, disalurkan melalui Disketapang dengan harga Rp 16 ribu per liter, sementara harga minyak per liter di pasaran bisa mencapai Rp 25 ribu per liter,” kata Andi Nuraisa.
Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, Siska juga mengaku senang dengan keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas pangan di Kota Kendari.
“Saya sangat senang karena gerakan ini melibatkan banyak pihak, seluruh elemen, termasuk teman-teman media seperti telisik.id yang ikut berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan berbagai kebutuhan pangan bagi masyarakat,” katanya. (B-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS