adplus-dvertising

Dokter Ahli Forensik yang Autopsi Amis Asal Muna, Jebolan 06 SMA 1 Raha

Sunaryo, telisik indonesia
Minggu, 08 Mei 2022
4422 dilihat
Dokter Ahli Forensik yang Autopsi Amis Asal Muna, Jebolan 06 SMA 1 Raha
Dokter Ahli Forensik, dr Raja Alfath Widya Iswara, MH (Kes), Sp.FM bersama rekan seangkatanya di SMA 1 Raha. Foto : Ist.

" Mengenal lebih dekat sosok dokter ahli forensik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang melakukan autopsi terhadap jenazah Amis (43), warga Lorang Kancil, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu yang meninggal usai diamankan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muna "

MUNA, TELISIK.ID - Mengenal lebih dekat sosok dokter ahli forensik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang melakukan autopsi terhadap jenazah Amis (43), warga Lorang Kancil, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu yang meninggal usai diamankan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muna.

Dia adalah dr Raja Alfath Widya Iswara, MH (Kes), Sp.FM. Tak banyak yang tahu, jika dr Raja merupakan putra asli Kabupaten Muna. Pria Kelahiran Raha, 3 Maret 1989 itu jebolan SMA 1 Raha angkatan 2006.

Sebelum melakukan autopsi, pada Sabtu (7/8/2022), pria berusia 33 tahun ini masih menyempatkan mengikuti kegiatan jalan santai bersama angkatanya di reuni SMA 1 Raha.


Rekan-rekan, seangkatanya pun banyak yang tidak tahu, jika Aja, sapaan karibnya adalah dokter ahli yang selalu menangani autopsi terhadap jenazah yang meninggal tidak wajar di Sultra.

Setamat SMA tahun 2006, Aja melanjutkan studinya di Univeristas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah. Ia memilih fakultas kedokteran. Ia menyandang status dokter tahun 2012.

Anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan suami istri, Idris Bolopari dan Wa Ode Aulia Koedoes itu kemudian lolos sebagai aparatur sipil negara (ASN) di UHO tahun 2013. Kemudian, ia kembali melanjutkan studinya mengambil ahli forensik di UNDIP tahun 2015-2017.

"Setelah selesai mengambil ahli, saya kembali sebagai dosen di Fakultas Kedokteran UHO," kata Aja, saat bincang-bincang bersama Telisik.id, Minggu (8/5/2022).

Aja mengaku, mengambil jurusan ahli forensik berkat dorongan pimpinannya di UHO untuk melengkapi tenaga pengajar. Apalagi, selama ini belum ada satu pun dokter ahli forensik di Sultra.

Baca Juga: Mengenal Arya Saloka, Sosok Aldebaran di Sinetron Ikatan Cinta

"Alhamdulillah, saat ada tambahan satu dokter forensik lagi yang baru dua bulan selesai," ujarnya.

Selama beberapa tahun terakhir ini, Aja dipercaya pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sultra untuk melakukan autopsi terhadap jenazah yang meninggalnya dinilai tidak wajar.

"Untuk satu bulan, satu jenazah yang kita autopsi," sebutnya.

Urusan pendidikan, Aja tidak pernah mau ketinggalan. Ia juga telah menyelesaikan program S2 Hukum Kesehatan di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Aja sudah menyelesaikan tugasnya melakuka autopsi terhadap jenazah Amis. Ada beberapa organ tubuh milik Amis yang diambil sebagai sampel untuk diuji di laboratorium forensik (Labfor) Makassar.

"Untuk hasil autposi, nanti kita akan sampaikan ke pihak kepolisian dan keluarga," kata Aja.

Sementara itu, Ketua Osis SMA 1 Raha tahun 2006, Abdul Wahid Mongkito mengaku, sejak sekolah, Aja sangat cerdas. Aja terbilang 'kutu' buku saat duduk di kelas IPA 1. Nilai mata pelajaran, Matematika, Biologi dan Kimia 10.

"Begitu juga dengan nilai ujian nasionalnya. Dia pecahkan rekor, nilai Biologi dan Matematikanya 10," ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa UHO Ini Berhasil Magang ke Negeri Sakura

Kecerdasan Aja itu, menurut Ketua Prodi Ekonomi Syahriah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari itu, terus berlanjut hingga ke perguruan tinggi (PT). Terbukti, telah banyak karya ilmiahnya yang dijadikan rujukan para dokter-dokter.

"Jadi memang dokter Aja itu sangat cerdas dan sangat ramah," pungkasnya.  (B)

Reporter: Sunaryo

Editor: Kardin

Baca Juga