WAKATOBI, TELISIK.ID - Dalam rapat Perda 2021-2025 Kabupaten Wakatobi tentang Pandangan Umum Anggota DPRD, hampir semua anggota DPRD menyoroti penyertaan modal PDAM yang naik dari angka Rp 27 Miliyar mencapai Rp 100 Miliyar.
Anggota DPRD Wakatobi, Muhammad Ikbal mengatakan, selama ini pelayanan PDAM selalu menjadi masalah. Apalagi masih banyak rumah-rumah di Pualu Kaledupa, Binongko, dan Tomia yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.
"Kami ingin meminta penjelasan untuk apa uang itu. Ini bukan uang kecil, kami pun kaget yang awalnya Rp 27 Miliar menjadi Rp 100 Miliar," kata Ikbal dalam rapat Perda, Selasa (19/10/2021).
Sementara itu, anggota DPRD Fraksi Nasdem Jamaluddin, meminta gambaran green desain berupa data tentang urgensi permasalahan PDAM Wakatobi selama ini agar tidak terus berkelanjutan
"Kami mau gambaran green desain, paling tidak soal apa sih yang menjadi urgensi permasalahan tentang PDAM di Wakatobi ini. Karena banyaknya KK yang belum tersentuh air bersih. Sementara luar biasa ini anggaran yang dikucurkan nantinya. Paling tidak tunjukan datanya sehingga kita tidak lagi kendala tentang air bersih," ungkap Jamaluddin.
