adplus-dvertising

Erick Thohir Tunjuk Perempuan Muda Pimpin BUMN dalam Sehari, Berikut Profilnya

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Senin, 27 September 2021
1871 dilihat
Erick Thohir Tunjuk Perempuan Muda Pimpin BUMN dalam Sehari, Berikut Profilnya
Menteri BUMN, Erick Thohir : Foto: Repro viva.co.id

" 15 persen posisi direktur utama BUMN akan dipimpin oleh perempuan tahun ini. Kemudian, targetnya bertambah menjadi 25 persen pada 2023 mendatang. "

JAKARTA, TELISIK.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bakal diganti oleh seorang perempuan muda dalam satu hari terhitung pada 30 September dan 1 Oktober 2021.

Menurut Erick, program ini sangat strategis sesuai dengan transformasi human capital BUMN dan Woman Leadership. Terlebih, ia juga menargetkan adanya kepemimpinan muda di BUMN.

"Ini juga masuk ke salah satu kepemimpinan muda di BUMN, yang kita ingin nantinya pemimpin BUMN ini di bawah 42 tahun dengan target 5 persen di tahun ini dan 10 persen di tahun 2023," kata Erick saat memberikan sambutan di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2021).


“Nah, hal-hal ini tentu karena terjadi program yang menjadi bagian dua payung tadi saya sangat menyambut baik," sambungnya.

Erick menargetkan, 15 persen posisi direktur utama BUMN akan dipimpin oleh perempuan tahun ini. Kemudian, targetnya bertambah menjadi 25 persen pada 2023 mendatang.

"Penting untuk melakukan kesetaraan gender dan tentu dengan kepemimpinan yang seimbang itu terbukti ada peningkatan dari perusahaan," jelas Erick.

Selain Erick, terdapat lima perempuan muda lainnya akan mengganti jabatan Direktur Utama (Dirut) pada perusahaan BUMN, yakni Angkasa Pura I, Bank Mandiri, BRI, Kimia Farma, dan Telkomsel.

Erick menjelaskan, satu remaja putri yang terpilih akan menggantikan dirinya dapat mengikuti beberapa rapat. Namun, Erick akan memberikan arahan terlebih dahulu kepada remaja tersebut.

"Nanti menggantikan saya, pasti ada beberapa rapat yang saya minta mereka pimpin dan angle-angle (sudut) tersendiri. Jadi mereka tidak underpressure (tertekan)," jelas Erick.

Kemudian, remaja putri tersebut juga akan melakukan beberapa paparan. Selain itu, Erick akan mengajak remaja putri itu untuk melihat program yang berjalan di BUMN.

"Siapa tahu ada masukan untuk perbaikan," Katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengumumkan partisipasinya dalam kampanye global #GirlsTakeover untuk mendukung perempuan muda untuk tumbuh menjadi pemimpin.

Hal ini sejalan dengan tema HUT RI di 2021, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

Dalam video yang diunggah di media sosialnya, Menteri Erick Thohir menantang seorang kaum muda perempuan untuk berperan menjadi Menteri BUMN di Oktober mendatang.

Menurut dia, partisipasinya dalam kampanye global #GirlsTakeover ini merupakan komitmennya untuk mendukung kepemimpinan perempuan di BUMN dan secara umum di Indonesia.

Baca juga: Sebut Luhut Kuasai Tambang di Papua, Haris Azhar Bakal Diperiksa

Baca juga: Jelang PON Papua, BNPB Siapkan 125 Relawan untuk Penguatan Disiplin Prokes

“Saat ini jajaran direksi perempuan BUMN baru mencapai angka 11 persen dari target 15 persen. Saya berharap target ini dapat tercapai tidak hanya di lingkungan BUMN, namun di berbagai instansi pemerintah serta swasta," kata Menteri Erick Thohir di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

#GirlsTakeover merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh Plan International dan diselenggarakan serentak di 75 negara setiap tahunnya dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girls) yang jatuh pada 11 Oktober.

Adapun keenam perempuan muda yang terpilih dalam program tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan pendidikan dan pekerjaan yang beragam. Berikut profilnya yang dihimpun:

1. Sharon (24 tahun) dari Bekasi, Jawa Barat, sarjana di bidang psikologi dan best graduate office development program (ODP) salah satu BUMN.

Selama pandemi CIVID-19 saat ini, Sharon berkesempatan untuk memimpin tim Covid Rangers dalam mendorong kesadaran seluruh anggota tim demi mencegah penularan COVID-19.

2. Putri (21 tahun) dari Bandung, Jawa Barat, lulusan salah satu universitas pertanian, aktif memperjuangkan hak-hak anak perempuan di desanya.

Ia sedih melihat anak perempuan yang dikawinkan dan putus sekolah. Dia tergabung dalam Forum Anak Daerah untuk berjuang untuk menikmati haknya dan menjadi konselor dari kampung ke kampung.

3. Arum (23 tahun) dari Pare-pare, Sulawesi Selatan. Mahasiswi pendidikan hukum.

Dia pernah memenangkan kategori Hakim Terbaik pada kompetisi peradilan semu bergengsi. Arum juga aktif berorganisasi serta menjadi asisten peneliti, tutor serta bekerja di salah satu bank BUMN.

4. Virdha (23 tahun) dari Magelang, Jawa Tengah, merupakan pegawai di bagian SDM dan general affair.

Saat ini Virdha aktif di Pusat Studi Gender dan berpartisipasi di dalam program pemberdayaan perempuan yang bekerja dengan berinovasi menggunakan bahan lokal dan melakukan pelatihan ekonomi untuk perempuan di suatu perkampungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

5. Adinda (20 tahun) dari Jepara, Jawa Tengah, Adinda saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di bidang informatika.

Ia pun aktif dalam kegiatan di dalam kampus, mulai dari menjadi anggota Developer Student Club, asisten praktikum, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

6. Sisilia (22 tahun) dari Kupang, NTT sempat menjadi seorang edukator dan Plt. Kepala Sekolah Pendidikan Usia Dini yang membawahi empat kelas besar di sebuah lembaga pendidikan swasta di Kota Kupang.

Sisilia ingin mendorong semua pihak untuk lebih memperhatikan isu kesetaraan gender dan tidak menghakimi perempuan atas pilihan yang ia ambil terhadap kepemilikan tubuhnya. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga