Groundbreaking Revitalisasi Pasar Raya Mekongga Dimulai, PT Vale-Pemkab Kolaka Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Minggu, 01 Maret 2026
0 dilihat
Groundbreaking Revitalisasi Pasar Raya Mekongga Dimulai, PT Vale-Pemkab Kolaka Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Foto bersama Wakil Gubernur Sultra, Pemerintah Daerah Kolaka dan CEO PT Vale usai peletakan batu pertama Pasar Raya Mekongga. Foto: Ist.

" Revitalisasi Pasar Raya Mekongga (PRM) resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking "

KOLAKA, TELISIK.ID - Revitalisasi Pasar Raya Mekongga (PRM) resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking, Sabtu (28/2/2026).

Proyek kolaborasi antara PT Vale Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kolaka ini menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar dengan masa pengerjaan dua tahun, sebagai upaya memperkuat pusat ekonomi rakyat di Bumi Mekongga.

Chief Executive Officer PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan pembangunan pasar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasional.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PT Vale bukan hanya secara fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bernardus.

Ia menjelaskan, sebelum memulai operasional di Kolaka, perusahaan melakukan kajian sosial dan lingkungan selama dua hingga tiga tahun.

Hasilnya dirumuskan dalam program “Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya” sebagai pedoman kontribusi sosial perusahaan.

Baca Juga: PT Vale Indonesia Tbk Jual 2,2 Juta Ton Ore Nikel di Morowali Awal 2026, Operasi IGP Tetap Stabil

Menurut Bernardus, kehadiran industri tambang akan memicu arus tenaga kerja dan pertumbuhan aktivitas ekonomi baru.

Karena itu, infrastruktur pendukung seperti pasar menjadi kebutuhan mendesak.

“Kami tidak hanya membangun bangunan pasar, tetapi mendorong kehidupan ekonomi yang berdaya dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pasar seluas 7,55 hektare ini terdiri atas 38 blok. Desain baru mengusung konsep pasar modern dengan fasilitas pengolahan sampah dan infrastruktur ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Bernardus mengingatkan, nikel merupakan sumber daya alam tidak terbarukan sehingga pengelolaannya harus disertai tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Jangan sampai kita mengambil nikel, tetapi meninggalkan dampak negatif. Revitalisasi pasar ini adalah persembahan kami untuk masyarakat Kolaka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kolaka, Amri menyebut, Pasar Raya Mekongga yang telah berdiri selama 29 tahun sebagai episentrum ekonomi masyarakat.

Pasar kata dia, bukan hanya ruang transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan penggerak ekonomi kerakyatan.

“Revitalisasi ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, bersih, dan nyaman,” ujar Amri.

Revitalisasi PRM masuk dalam program prioritas daerah “Beramal” yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, pengelolaan lingkungan, serta penataan kawasan perkotaan.

Baca Juga: PT Vale Edukasi Siswa Morowali Kelola Sampah dan 3R saat Peringatan HPSN

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, turut mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kontribusi ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dimulainya proyek ini, Pasar Raya Mekongga diharapkan menjadi pusat perdagangan modern sekaligus simbol kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat Kolaka secara berkelanjutan. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga