adplus-dvertising

Haedar Nashir: Kebersamaan dalam Hadapi Pandemi COVID-19

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Jumat, 05 Juni 2020
1101 dilihat
Haedar Nashir: Kebersamaan dalam Hadapi Pandemi COVID-19
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Ist.

" Selain itu mencerdaskan dan memajukan Indonesia adalah perintah konstitusi. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi, mengatakan, Muhammadiyah, TNI, Polri, seluruh kekuatan pemerintah dan bangsa Indonesia diharapkan bersama-sama dengan semangat silaturahim untuk memajukan Indonesia.

"Selain itu mencerdaskan dan memajukan Indonesia adalah perintah konstitusi,” kata Haedar Nashir, Jumat (5/6/2020).

Haedar berharap, agar seluruh kekuatan di Indonesia menyatukan semangat kebersamaan dalam menghadapi masa pandemi COVID-19.


Selain itu, Haedar juga menyampaikan konsistensi Muhammadiyah dalam membangun Indonesia sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia ini.

"Setelah Indonesia merdeka, lewat tokoh utama Jenderal Sudirman sebagai kader Muhammadiyah, kita terhubung terus-menerus untuk memiliki semangat kebangsaan cinta tanah air yang luar biasa," papar Haedar.

Baca juga: Pasien Positif COVID-19 di Kendari Berangsur-angsur Sembuh, Total 44 Orang

Menurut Haedar, dalam tubuh TNI dan Polri ada jiwa, cinta tanah air Muhammadiyah lewat Sudirman dan para tokohnya.

"Dan juga dalam jiwa pendiri Muhammadiyah ada jiwa TNI dan Polri untuk membela tanah air," ungkap Haedar.

Inilah yang dikatakan Haedar Nashir merekatkan berbagai unsur di dalam persaudaraan ini.

Konsistensi yang dibawa Muhammadiyah dalam membangun Indonesia, dikatakan Haedar, melalui kerja para tokohnya seperti Kiai Ahmad Dahlan, Nyai Ahmad Dahlan, Soekarno, Fatmawati, Ki Bagus Hadikusumo, Djuanda hingga tokoh Perjanjian Renville dan Linggarjati M Roem.

Baca juga: Pasien Positif COVID-19 di Sultra Bertambah Lima, 10 Sembuh, Satu Meninggal

Bagi Haedar, mereka semua adalah napak tilas penting untuk digunakan sebagai pijakan saat ini bagaimana civil society membangun kedaulatan bangsa bersama lembaga negara yang ada.

"Termasuk TNI dan Polri," tandasnya.

Diterangkan Haedar, Muhammadiyah pada tahun 1946-1947 juga memelopori Laskar Perang Sabil oleh ulama se-DIY dan Jawa Tengah pada 17 Ramadan 1946 yang mendapat dukungan dari Sultan Hamengku Buwono IX.

"Ini menjadi satu contoh pergerakan umat Islam dan kepeloporan Muhammadiyah, bukan hanya dalam wacana dan deklarasi," katanya.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Sumarlin

Artikel Terkait
Baca Juga