Kas Negara Sisa Rp 120 Triliun dan Hanya Mampu Dua Pekan, Begini Penjelasan Purbaya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 26 April 2026
0 dilihat
Isu kas negara menipis dibantah Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah pastikan pengelolaan fiskal tetap aman dan terkendali. Foto: Repro JPNN
" Pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap terjaga melalui pengelolaan kas yang terukur "

JAKARTA, TELISIK.ID - Isu kas negara menipis hingga hanya cukup dua pekan memicu perhatian publik, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap terjaga melalui pengelolaan kas yang terukur.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun dan diperkirakan cukup untuk membiayai belanja negara selama dua pekan.
Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak tepat karena didasarkan pada perhitungan yang tidak utuh terhadap posisi keuangan pemerintah.
Purbaya menjelaskan bahwa angka Rp 120 triliun muncul dari penghitungan yang hanya mengacu pada Saldo Anggaran Lebih atau SAL sebesar Rp 420 triliun yang kemudian dikurangi dengan dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan senilai Rp 300 triliun.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari kas negara.
Baca Juga: Perintah Survival Mode Dijalankan Pemerintah, Begini Penjelasan Resmi Purbaya
"Itu ada yang bilang lagi, saya cuma punya dua minggu. Enggak! SAL saya masih Rp 400-an triliun, enggak terganggu," tegas Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (26/4/2026).
Ia menuturkan bahwa dana SAL yang ditempatkan di sektor perbankan bukan berarti berkurang atau hilang, melainkan bagian dari strategi pengelolaan kas pemerintah. Dana tersebut sebelumnya berada di Bank Indonesia dan kemudian dialihkan untuk mendukung likuiditas perbankan tanpa mengurangi kepemilikan pemerintah.
Menurut Purbaya, dana sebesar Rp 300 triliun itu bersifat fleksibel karena ditempatkan dalam skema deposito on call sehingga dapat ditarik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pembiayaan negara. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah tetap memiliki kendali penuh atas dana tersebut.
"Jadi enggak akurat yang bilang uang pemerintah sisa Rp 120 triliun. Kita maintain cash management dengan baik. Rp 300 triliun di perbankan itu biar menambah likuiditas aja," ucap Purbaya.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik Imbas dari JKN Tekor Rp 30 T, Begini Penjelasan dan Tarif Semua Kelas April 2026
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan kas negara dilakukan secara hati-hati dan terukur guna memastikan kebutuhan belanja tetap terpenuhi. SAL yang dimiliki pemerintah disebut masih dalam kondisi aman dan belum digunakan.
"Jadi enggak usah takut dengan APBN pemerintah. Masih cukup dan SAL tersebut bahkan belum tersentuh sama sekali. Jadi kan ini seperti uang naruh di deposito aja kan," tuturnya.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Pemerintah memastikan bahwa kondisi fiskal tetap dalam kendali melalui manajemen kas yang terencana serta instrumen keuangan yang fleksibel. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS