adplus-dvertising

Hindari Resesi, Sandi Dorong Pemerintah Percepat Penyaluran Dana PEN

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Senin, 10 Agustus 2020
547 dilihat
Hindari Resesi, Sandi Dorong Pemerintah Percepat Penyaluran Dana PEN
Sandiaga Salahudin Uno, Pendiri Rumah Siap Kerja. Foto: Ist.

" Pemda dan UMKM harus menjadi garda terdepan dalam penyerapan anggaran penggerak sektor riil. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga pengusaha nasional, Sandiaga Salahudin Uno berharap di masa pandemi ini, bursa efek menjadi penyemangat di tengah ketidakpastian perekonomian dunia.

Hal itu disampaikan Sandiaga Uno saat menghahadiri penandatanganan kerjasama antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Komite Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Entrepreneur (KAHMIPreneur). Hadir dalam acara ini, Founder KAHMIPreneur dan Anggota DPR Komisi XI Kamrussamad, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen dan Komisaris Utama BEI John Prasetyo.

Menurut Sandi, Indonesia sudah mencapai dasar dari koreksi perekonomian dan sudah berada di tahap awal tren akan kembali naik.


“We have bottomed out. Kita sudah mencapai dasar dari koreksi perekonomian dan sudah berada di tahap awal tren akan kembali naik. Di kuartal II-2020 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -5,32%,” kata Sandi kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan, jika kuartal ketiga ekonomi Indonesia mau selamat, maka skema penyaluran dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ke Pemerintah Daerah dan UMKM harus dipercepat realisasinya.

Baca juga: Atas Usul Indonesia, Menlu ASEAN Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian

“Pemda dan UMKM harus menjadi garda terdepan dalam penyerapan anggaran penggerak sektor riil,” lanjutnya.

Pendiri Rumah Siap Kerja ini juga berharap pemerintah dapat segera mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi untuk menghindari resesi.

“Percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan pada sektor UMKM serta korporasi pada industri padat karya,” tukasnya.

Sandi mengaku telah berkeliling di tengah masyarakat selama 6 minggu terakhir saat PSBB transisi. Dia mengaku optimis ekonomi akan kembali pulih.

“Jadi mari kita semangat bergandengan tangan kita bangun, mudah-mudahan ini menjadi satu momentum baik kita untuk memulihkan ekonomi kita pasca COVID-19. Kuncinya, kita patuh secara ketat dan disiplin menerapkan standar protokol kesehatan,” ujarnya.

“Saya yakin secara perlahan dan bertahap kita giatkan ekonomi kita lagi dan mudah-mudahan kita segera pulih membuka lapangan kerja seluas-luasnya memastikan biaya hidup terjangkau dan insya Allah Indonesia bisa sejahatera adil dan makmur,” tutupnya.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga