adplus-dvertising

Honor Panitia Pilkades di Buton Utara Belum Dibayar Semua

Aris, telisik indonesia
Senin, 15 Agustus 2022
231 dilihat
Honor Panitia Pilkades di Buton Utara Belum Dibayar Semua
Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buton Utara. Foto: Aris/Telisik

" Masih ada sebagian panitia Pilkades tingkat desa belum dibayarkan honor mereka "

BUTON UTARA, TELISIK.ID - Rupanya sampai saat ini masih ada panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Buton Utara belum dibayarkan honornya oleh panitia kabupaten. Padahal Pilkades di Buton Utara telah lama selesai digelar.

Diketahui, Pilkades serentak di Buton Utara dilaksanakan pada 19 Juni 2022 dan kepala desa terpilih dilantik pada 26 Juli 2022. Namun, masih ada sebagian panitia Pilkades tingkat desa belum dibayarkan honor mereka.

"Belum dibayarkan. Janjinya hari ini jam 10 tadi, tapi sampai saat ini belum ditransfer juga," kata Ketua Panitia Pilkades Laeya, Halim, saat dihubungi melalui telepon, Senin (15/8/2022).


Padahal kata Halim, mereka telah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dan telah diserahkan kepada panitia tingkat Kabupaten Buton Utara beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Lahirkan Atlet Berprestasi, Kabupaten Buton Pacu Peningkatan Sarpras

Sementara itu Ketua Panitia Pilkdes serentak Kabupaten Buton Utara, Mohammad Amaluddin Mokhram membenarkan, jika panitia kabupaten belum membayarkan honor beberapa panitia Pilkdes tingkat desa. Honor panitia yang belum dibayarkan itu tinggal dua desa saja.

"Betul. Tinggal dua desa yang belum datang menghubungi bendahara yaitu Desa Labuko dan Labajaya berkaitan dengan penyetoran syarat pencairan yaitu SK panitia sejak Minggu lalu," kata Amaluddin Mokhram melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: Ikut Gerak Jalan, Pers Mitra Kejari Muna Tampilkan Variasi Liputan

Kedua desa tersebut kata Amaluddin Mokhram, jika sudah lengkap laporan pertanggungjawabannya bendahara langsung melakukan pembayaran.

Sampai hari ini, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu, bendahara melaporkan 37 desa sudah selesai urusannya dan 35 desa sudah transaksi sejak Minggu kemarin. Ia menyebut, masih ada dua desa lainnya yang tertunda yaitu Desa Lasiwa dan Laeya.

"SPJ mereka sudah lengkap dan penyebab tertundanya bukan itu. Alasan bendahara hanya masalah kesepakatan teknis cara pembayaran/transfer bank. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai semuanya," tutupnya. (B)

Penulis: Aris

Editor: Kardin

Baca Juga