Impian jadi Atlet Internasional hingga Lulus TNI, Cerita Siswa Baru SKO Sultra Jalani Latihan Ketat
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Minggu, 02 Agustus 2026
0 dilihat
Siswa baru kelas X SKO Sultra bersama guru dan pelatih. Impian besar para siswa baru menjadi atlet nasional hubgga tembus seleksi TNI. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" Para atlet muda dari berbagai daerah ini mulai beradaptasi dengan porsi latihan yang jauh lebih ketat dan disiplin tinggi "

KENDARI, TELISIK.ID - Memiliki impian besar menjadi atlet nasional hingga tembus seleksi TNI menjadi alasan utama para siswa baru memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Memasuki masa awal persekolahan, para atlet muda dari berbagai daerah ini mulai beradaptasi dengan porsi latihan yang jauh lebih ketat dan disiplin tinggi.
Kepala SKO Sultra, Sujarwin, menegaskan bahwa sistem pendidikan di SKO memang dirancang khusus untuk membentuk kedisiplinan dan mental juara para siswa sejak awal mereka masuk.
Menurutnya, perpaduan antara akademik dan latihan intensif adalah kunci mencetak atlet yang tidak hanya unggul di arena, tetapi juga berkarakter.
"Di SKO Sultra, kami menerapkan pola pembinaan yang terukur. Mase awal masuk ini menjadi momen penting pembentukan mental disiplin, ketahanan fisik, serta karakter para calon atlet. Kami ingin memastikan setiap bakat muda yang masuk ke sini mendapatkan wadah yang tepat untuk meraih cita-cita mereka, baik di kancah olahraga maupun karier masa depan," tegas Sujarwin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).
Salah satu siswa baru, Salsa Aprilianti, siswi kelas XI cabang olahraga (cabor) pencak silat asal Palangga, Konawe Selatan (Konsel) mengungkapkan, keputusannya masuk SKO tak lepas dari rekomendasi pelatihnya.
Salsa sendiri bukan pesilat sembarangan, ia tercatat pernah meraih Juara 2 Anoa Championship 2 di Kendari, Juara 1 Kejurda tingkat provinsi, hingga menyabet Juara 1 dalam ajang Open Tournament Tingkat Nasional Nandez Championship 2 di Kolaka.
Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Kendari Sukses Jadi Tuan Rumah PORNIMAKES VI, Raih Posisi Kedua
Meski sudah terbiasa bertanding, Salsa mengaku merasakan perbedaan besar dalam hal kedisiplinan dan porsi latihan sejak resmi membela SKO.
"Kesan pertama saat masuk sekolah di sini seru dan baik, bisa bertemu teman-teman dari beda kabupaten. Tapi latihannya memang jauh lebih keras dan lebih disiplin. Kalau latihan sebelumnya cuma tiga kali seminggu, kalau di sini bisa lima kali seminggu," ujar Salsa.
Ia tidak memungkiri rasa lelah kerap menghampiri fisik, namun semangatnya tak pernah surut demi menggapai cita-cita setinggi langit.
"Rasa capek setelah latihan tentu ada, tapi saya sangat menikmatinya dan rasanya menyenangkan. Awalnya orang tua sempat bingung dikiranya SKO ini sekolah swasta, sampai akhirnya pelatih yang menjelaskan. Impian saya masuk SKO ini ingin jadi atlet nasional, bahkan internasional," tambah pesilat muda bertalenta tersebut.
Pengalaman beradaptasi dengan ritme pembinaan SKO yang ketat juga dirasakan oleh Muh. Djhuri Al Farisi (Al), siswa kelas X3 dari cabor dayung asal Desa Sabulakoa, Konawe Selatan. Berbeda dengan Salsa, Al yang direkomendasikan oleh pelatih PPLP mengaku tak kaget dengan rutinitas harian di SKO karena sudah terbiasa dengan pola hidup disiplin sejak dari rumah.
"Kesan pertamanya ya tidak kaget-kaget banget karena di rumah sudah terbiasa bangun subuh. Sebab di sini habis bangun subuh lanjut lari," ungkap Al.
Al menegaskan motivasi utamanya memilih SKO adalah untuk mematangkan karier olahraganya meski baru menggeluti cabor dayung.
"Saya menyanggupi masuk ke sini karena ingin menseriusi dayung dan melanjutkan prestasi. Saya ingin menjadi atlet berprestasi yang bisa membahagiakan orang tua," tuturnya.
Keberadaan SKO Sultra yang terbukti mencetak alumni berprestasi juga menjadi magnet tersendiri bagi calon siswa lain.
Ahmad Zaidan Zidna Fann, siswa kelas X2 cabor taekwondo menceritakan, ketertarikannya masuk ke SKO muncul setelah melihat keberhasilan alumni di lingkungan tempat tinggalnya.
"Awalnya tahu SKO dari tetangga yang sekolah di sini dan dia mendaftar TNI lalu lolos. Orang tua saya melihat dia sangat bugar, disiplin, dan telaten. Saat orang tua tanyakan dia alumni mana, katanya alumni SKO. Dari situ orang tua dan saya langsung tertarik sekolah di sini," kata Zaidan.
Baca Juga: MTs Pesri Kendari Siapkan Siswa Berdaya Saing Global Lewat Program Unggulan
Meski sempat merasa canggung di awal masa persekolahan, Zaidan mengaku kini sudah sangat menikmati atmosfer keberagaman di lingkungan sekolah barunya.
"Awalnya pas baru masuk saya grogi dan malu. Tapi setelah beberapa minggu, ternyata rasanya nyaman. Banyak teman dan bisa berbaur dari beragam suku," terangnya.
Bagi para siswa baru ini, padatnya jadwal akademik dan porsi latihan ekstrem di SKO merupakan tantangan yang harus dijalani secara seimbang.
Kendati porsi latihan lebih keras dari sekolah reguler, mereka menganggap tidak ada kesulitan berarti yang dapat menghalangi ambisi mereka untuk berprestasi di kancah olahraga nasional maupun internasional. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS