Jadwal Pasti Pendaftaran CPNS 2026 Segera Dibuka, Berikut Penjelasan Resmi Pemerintah
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Selasa, 06 Januari 2026
0 dilihat
Informasi pendaftaran CPNS 2026 kembali dinanti publik, sementara pemerintah masih menunggu arahan presiden dan usulan formasi. Foto: Repro Deltakepri.
" Informasi pendaftaran CPNS 2026 kembali menjadi sorotan publik setelah seleksi 2025 ditiadakan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Informasi pendaftaran CPNS 2026 kembali menjadi sorotan publik setelah seleksi 2025 ditiadakan, sementara pemerintah masih menunggu arahan presiden dan menghitung kebutuhan aparatur sipil negara.
Pertanyaan mengenai kapan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2026 akan dibuka kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. Ketiadaan seleksi CPNS pada 2025 membuat perhatian publik tertuju sepenuhnya pada tahun 2026 sebagai peluang berikutnya untuk masuk birokrasi pemerintahan.
Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi terkait jadwal pendaftaran CPNS 2026.
Penetapan waktu seleksi masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus hasil perhitungan kebutuhan aparatur sipil negara di seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Kementerian PANRB menyatakan proses penghitungan kebutuhan ASN dilakukan secara menyeluruh. Setiap instansi diminta melakukan analisis jabatan dan beban kerja guna memastikan rekrutmen CPNS benar-benar sesuai kebutuhan organisasi dan arah pembangunan nasional lima tahun ke depan.
Meski jadwal belum ditetapkan, pemerintah memastikan peluang pembukaan CPNS 2026 tetap terbuka. Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa arah kebijakan seleksi CPNS mendatang akan memberi ruang lebih besar bagi lulusan baru atau fresh graduate, seiring rampungnya penataan tenaga honorer.
“Kemarin kan kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer. Ke depannya saya sih berharap saya bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi,” ujar Rini di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip dari Kompas, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Info Rekrutmen CPNS 2026: Ini 10 Kementerian/Badan Sepi Pendaftar dengan Gaji Tembus Rp 12 Juta
Rini menjelaskan, analisis kebutuhan pegawai dilakukan untuk mengidentifikasi jabatan yang membutuhkan regenerasi ASN. Pemerintah menilai keberlanjutan birokrasi tidak hanya bergantung pada jumlah pegawai, tetapi juga pada kesinambungan kompetensi dan usia produktif aparatur.
“Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate,” kata Rini.
Selain instansi yang sudah lama berdiri, analisis kebutuhan juga mencakup kementerian dan lembaga baru. Pemerintah ingin memastikan setiap unit organisasi memiliki formasi yang proporsional dan tidak mengalami kekosongan jabatan strategis.
Sebagai gambaran, seleksi CPNS terakhir dilaksanakan pada Agustus 2024 dengan total 250.407 formasi yang tersebar di 547 instansi pusat dan daerah. Data tersebut menjadi acuan awal dalam memetakan kebutuhan ASN nasional, meski jumlah formasi setiap tahun sangat bergantung pada kondisi fiskal dan prioritas pembangunan.
Di sektor keuangan negara, Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan membuka formasi CPNS 2026 dengan skema rekrutmen yang lebih terbuka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan seleksi CPNS Kemenkeu terbuka bagi lulusan luar PKN STAN, termasuk lulusan SMA.
“Saya pikir akan terbuka hybrid. Ada STAN, ada luar STAN,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).
Purbaya menegaskan jalur umum tidak akan menghapus jalur STAN. Menurutnya, kebutuhan organisasi Kemenkeu menuntut variasi latar belakang pendidikan, khususnya untuk posisi lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Kita akan rekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Direkrut di masing-masing lokasinya nanti,” ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029, kebutuhan rekrutmen CASN pada 2025 tercatat sebanyak 2.100 orang. Sementara itu, kebutuhan CASN pada periode 2026 hingga 2029 diproyeksikan mencapai 4.350 orang per tahun, dengan total kebutuhan sekitar 19.500 orang.
Selain Kemenkeu, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga menyatakan akan mengajukan formasi dalam seleksi CPNS 2026. Kepala BRIN Arif Satria menyebutkan tambahan periset diperlukan untuk mengejar ketertinggalan jumlah peneliti nasional.
“Ya, kita akan berjuang ke Kementerian PANRB agar bisa menambah jumlah periset, khususnya untuk bidang-bidang yang kita perlukan,” kata Arif di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Saat ini Indonesia memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, jauh di bawah negara maju yang telah mencapai sekitar 4.000 peneliti per satu juta penduduk. BRIN memprioritaskan sejumlah bidang strategis dalam pengajuan formasi CPNS 2026, antara lain:
- Pemuliaan tanaman dan teknologi pangan.
- Nanoteknologi dan sains material.
- Genomik dan bioteknologi.
- Antariksa dan teknologi kebumian.
Teknologi keberlanjutan dan energi.
- Ilmu sosial untuk kajian lintas sektor.
Baca Juga: Update Pendaftaran CPNS 2026: Berikut Jadwal Resmi dan Syarat Lengkap hingga Tahapan Seleksi
“Untuk bisa menghasilkan alat-alat pertanian yang kuat, yang bagus kan butuh ahli material science, butuh ahli engineering,” ujar Arif.
Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara menegaskan bahwa pembukaan seleksi CPNS 2026 sangat bergantung pada pengajuan formasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, hingga kini jumlah usulan formasi yang masuk masih terbatas.
“Kalau tidak ada yang mengajukan formasi, maka tidak ada tes CPNS, karena tidak ada formasi yang tersedia,” ujar Zudan, Rabu (10/12/2025).
Hingga saat ini, masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi melalui laman SSCASN BKN, situs BKN, serta kanal Kementerian PANRB untuk mengetahui perkembangan terbaru pendaftaran CPNS 2026. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS