adplus-dvertising

Jokowi Ajak Keluarga Besar LDII Toleransi dalam Kehidupan Beragama

Marwan Azis, telisik indonesia
Rabu, 07 April 2021
1397 dilihat
Jokowi Ajak Keluarga Besar LDII Toleransi dalam Kehidupan Beragama
Presiden Jokowi. Foto: Ist.

" Saya mengajak kepada seluruh jajaran dan pimpinan, serta keluarga besar LDII untuk selalu menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan kita. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), untuk meningkatkan toleransi dan sikap terbuka dalam kehidupan sosial keagamaan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII secara virtual dari Istana Negara, Rabu (07/04/2021).

“Saya mengajak kepada seluruh jajaran dan pimpinan, serta keluarga besar LDII untuk selalu menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan kita," kata Jokowi.


Jokowi juga meminta LDII untuk selalu menyuarakan dan melaksanakan sikap terbuka terhadap perbedaan-perbedaan, untuk bergaul, untuk bergotong-royong bersama-sama dalam perbedaan, termasuk perbedaan pandangan keagamaan.

Jokowi menambahkan, komitmen LDII untuk menganut paradigma baru yang terbuka, toleran, ber-Bhinneka Tunggal Ika harus terus diteruskan dan ditingkatkan.

“Yang sangat menghormati agama lain, yang sangat menghormati umat Islam yang mempunyai pandangan keagamaan yang berbeda, yang bersedia bekerjasama dengan ormas-ormas Islam lainnya, dan tentu saja jangan ada sedikitpun pandangan untuk menjauh dari kelompok-kelompok Islam yang lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPR RI Minta Prokes Diperketat Jelang Bulan Ramadan

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sangat bersyukur karena para pendiri bangsa telah mewarisi Bhinneka Tunggal Ika untuk bangsa yang majemuk ini.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur bahwa kita mewarisi Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa Indonesia. Walaupun kita berbeda, berbeda suku, berbeda ras, berbeda agama, juga berbeda pandangan dalam keagamaan tetapi kita tetap saling menghormati, tetap bersatu, tetap rukun, dan bersama-sama bergotong-royong,” tuturnya.

Ia menegaskan, sikap toleran adalah sebuah keharusan. Maka diperlukan sikap saling menghargai segala perbedaan termasuk perbedaan keyakinan serta saling menghormati dan belajar dari orang lain, sehingga tercapai kesamaan sikap yang saling menghormati dalam perbedaan tersebut.

Praktik-praktik keagamaan yang eksklusif dan tertutup harus dihindari karena dapat memicu penolakan dan menimbulkan pertentangan.

“Kita harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, ajaran keagamaan yang ramah, mengedepankan toleransi, serta menjauhi sikap yang tertutup, sikap yang ekslusif. Sikap tertutup, sikap eksklusif adalah sikap yang tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Sikap tertutup akan memicu dan meningkatkan intoleransi, akan merusak sendi-sendi kebangsaan kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui Munas IX LDII Tahun 2021 yang mengusung tema ‘Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju’ dipusatkan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur.

Acara Munas XI LDII ini berlangsung secara hybrid dihadiri sekitar 3.750 peserta yang hadir secara tatap muka maupun melalui konferensi video. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga