adplus-dvertising

Jokowi Khawatir 18 Juta Orang Masih Akan Mudik Walau Dilarang

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Kamis, 29 April 2021
1594 dilihat
Jokowi Khawatir 18 Juta Orang Masih Akan Mudik Walau Dilarang
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan ke kepala daerah. Foto: Screnshot YouTube Sekretariat Presiden

" Survei terkait dengan mudik, sebelum ada larangan mudik yang mau mudik itu 89 juta orang, kurang lebih 33 persen dari penduduk kita. Begitu ada larangan mudik, turun menjadi 11 persen tapi angkanya masih 29 juta "

JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Jokowi mengingatkan kepada seluruh kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota agar mengendalikan warganya untuk tidak mudik lebaran.

Jokowi mengambil data survei, ada jutaan warga yang ingin mudik lebaran tahun ini.

"Survei terkait dengan mudik, sebelum ada larangan mudik yang mau mudik itu 89 juta orang, kurang lebih 33 persen dari penduduk kita. Begitu ada larangan mudik, turun menjadi 11 persen tapi angkanya masih 29 juta," ujar Jokowi melalui Channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).


Baca Juga: Tertunda 6 Bulan, Abdurrahman Saleh Terima SK Ketua PODSI Sultra

Jokowi juga mengingatkan kepala daerah se-Indonesia mengambil pelajaran kehati-hatian dari lonjakan kasus COVID-19 negara india.

"Sekecil apapun kasus yang ada di provinsi, kabupaten dan kota, jangan kehilangan kewaspadaan," katanya.

Jokowi juga menyebut, setelah ada sosialisasi larangan mudik, warga yang ingin pulang ke kampung halaman saat lebaran turun menjadi 7 persen. Namun, kata Jokowi, angka tersebut masih tinggi.

"Begitu kita sosialisasikan, kita sampaikan gubernur, bupati, wali kota juga menyampaikan mengenai larangan mudik, turun menjadi 7 persen, tapi angkanya masih besar, 18,9 juta orang yang masih akan mudik," katanya.

Baca Juga: 34 Pemain dipanggil Shin Tae-yong Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022

Karena itu, Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah untuk menyampaikan larangan mudik kepada warganya. Selain itu, Jokowi juga meminta kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.

"Saya betul-betul masih khawatir mengenai mudik Hari Raya Idul Fitri yang akan datang, tapi saya meyakini apabila pemerintah daerah dibantu oleh Forkopimda, semuanya segera mengatur mengendalikan mengenai disiplin protokol kesehatan, saya yakin kenaikannya tidak kayak tahun lalu (tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID) 93 persen," imbuhnya. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga