Kenalkan Pasar Modal pada Milenial, BEI Sulawesi Tenggara Beri Kelas Gratis Pemula

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Sabtu, 29 Juli 2023
0 dilihat
Kenalkan Pasar Modal pada Milenial, BEI Sulawesi Tenggara Beri Kelas Gratis Pemula
BEI perwakilan Sulawesi Tenggara, mengadakan kelas pasar modal bagi milenial yang diberikan secara gratis. Foto: Nur Khumairah/Telisik

" Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tenggara, memberikan kesempatan pada pemula untuk mengenal lebih dekat mengenai pasar modal "

KENDARI, TELISIK.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tenggara, memberikan kesempatan pada pemula untuk mengenal lebih dekat mengenai pasar modal.

Kepala BEI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Ricky mengatakan, adanya sekolah pasar modal yang terbuka untuk umum, diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan dunia pasar modal ke masyarakat umum yang masih buta mengenai pasar modal.

Ia juga menambahkan beberapa daftar orang terkaya di Indonesia dan dunia, sumber kekayaannya berasal dari investasi saham yang sebagian besar berasal dari investasi di pasar modal.

Baca Juga: Video: Damkar Tangkap Ular Piton 4,5 Meter, BKSDA Lepasliarkan di Tanjung Peropa Konawe Selatan

"Ketujuh orang terkaya di dunia kalau membayar utangnya Indonesia, bisa. Utangnya Indonesia sekitar Rp 7.500 triliun, sedangkan kekayaan tujuh orang terkaya di dunia kalau digabungkan Rp 15.000 triliun. Dua kali lipat utangnya Indonesia, kalau mereka patungan setengah-setengahnya saja, lunas utangnya Indonesia," tuturnya saat memaparkan materi, Sabtu (29/7/2023).

Ia juga banyak menjelaskan jenis-jenis perusahaan yang bisa dibeli oleh masyarakat, walaupun belum memiliki ilmu investasi ataupun terkait pasar modal, namun ia mewanti untuk tak sembarang memilih perusahaan terutama jika mencoba berinvestasi.

Ia menjelaskan, jika saham yang bisa dibeli oleh masyarakat adalah perusahaan yang berstatus tbk (terbuka) yang mana perusahaan tersebut mencantumkan tbk di belakang perusahaan miliknya seperti: Astra International Tbk, Agung Podomoro Land Tbk, Indofood Sukses Makmur Tbk, Media Nusantara Citra Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan sebagainya.

Sementara itu, Harry Setiawan selaku Representative of RHB Sekuritas Indonesia menuturkan, jika ingin berinvestasi harus mengetahui lebih dulu mengenai pasar modal, seperti retail broking, online trading dan institusional brocking.

Ia juga menjelaskan, perlunya mindset dalam investasi saham, yang mana seorang investor harus memiliki mindset yang tepat, 80 persen kesuksesan berinvestasi berasal dari mindset yang tepat.

Mempelajari teknik pemilihan saham berkontribusi 20 persen. Sebelum Anda memiliki skill analisis ataupun teknik pemilihan saham, pastikan terlebih dahulu Anda sudah memiliki mindset yang tepat terhadap saham.

Baca Juga: Perjalanan Sinead O Connor Mualaf Sebelum Meninggal

Mengutip Cnbcindonesia.com, pasar modal Indonesia adalah salah satu entitas yang diperkirakan akan menjadi bagian terdepan dalam terobosan digitalisasi sebagaimana yang diuraikan di atas.

Investor ritel adalah tipe investor yang mendominasi perdagangan (dengan pangsa 63,5 persen rata-rata nilai perdagangan harian). Investor ini umumnya berusia muda, 80 persen berusia di bawah 40 tahun dan kelas menengah (penghasilan antara Rp 10 juta hingga Rp 100 juta per bulan).

Investor semacam ini tentu akan sangat haus akan insight dan memiliki risk appetite yang cukup tinggi, suatu karakter yang akan antusias menyambut pemanfaatan teknologi digital. Data OJK mengkonfirmasi hal ini di mana per akhir tahun 2020 telah terdapat 89 perusahaan rintisan digital yang mayoritas (40 persen) adalah bersifat market platform. (A)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga