Nilai Ekspor Sultra Turun 29,76 Persen, Impor Melonjak 442,47 Persen
Laode Muh. Faisal, telisik indonesia
Senin, 03 Agustus 2026
0 dilihat
Nilai Ekspor Sulawesi Tenggara pada Mei 2026 turun sebesar 29,76 persen, impor naik 442,47 persen. Foto: Ist.
" BPS mencatat, nilai Ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Mei 2026 tercatat sebesar US$215,93 juta atau mengalami penurunan 29,76 persen di banding Mei 2025 yang tercatatat sebesar US$307,43 juta "

KENDARI, TELISIK.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai Ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Mei 2026 tercatat sebesar US$215,93 juta atau mengalami penurunan 29,76 persen di banding Mei 2025 yang tercatatat sebesar US$307,43 juta.
Sejalan dengan itu, volume ekspor Mei 2026 tercatat sebesar 136,67 ribu ton (turun 41,49 persen) di banding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 233,59 ribu ton.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto menjelaskan, ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Jika dicermati perkembangannya, nilai ekspor langsung pada Mei 2026 sebesar US$185,13 juta atau turun 38,65 persen di banding Mei 2025 yang tercatat sebesar US$301,77 juta.
"Sejalan dengan itu, volume ekspor langsung turun sebesar 46,79 persen dari 231,05 ribu ton pada Mei 2025 turun menjadi 122,95 ribu ton pada Mei 2026," jelas Hadi, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Tersangka Kasus Tambang Anton Timbang Masuk Istana jadi Sorotan
Disebutnya, ekspor Sultra Januari-Mei 2026 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$1.573,30 juta; kelompok komoditas ikan dan udang di urutan kedua dengan nilai US$21,64 juta; dan kelompok komoditas daging dan ikan olahan di urutan ketiga dengan nilai US$4,78 juta.
"Penurunan terbesar ekspor Sultra Mei 2026 dibandingkan Mei 2025 terjadi pada komoditas besi dan baja senilai US$90,71 juta, turun 30,22 persen," sebutnya.
Selama periode Januari-Mei 2026, sambung Hadi, ekspor Sultra dari lima golongan barang utama memberikan kontribusi 99,99 persen terhadap total ekspor.
BPS mencatat, total ekspor Sultra Januari-Mei 2026 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$1.599,05 juta (99,83 persen). Di posisi kedua adalah sektor pertanian sebesar US$2,65juta (0,17 persen). Nilai ekspor pada sektor industri pengolahan Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 29,71 persen dibandingkan dengan bulan Mei 2025. Sementara, nilai ekspor pada sektor pertanian turun sebesar 42,27 persen.
"Total ekspor tahunan pada bulan berjalan mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan nilai ekspor sektor industri pengolahan mengalami penurunan," jelas Hadi.
Sementara itu, Nilai impor Sultra Mei 2026 mencapai US$379,76 juta, naik 442,47 persen dibandingkan Mei 2025. Sedangkan volume impor sebesar 776,11 ribu ton, naik 226,35 persen.
Hadi menambahkan, peningkatan nilai impor golongan barang terbesar Mei 2026 dibandingkan Mei 2025 adalah mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$101,10 juta (naik 913,48 persen).
Baca Juga: Impian jadi Atlet Internasional hingga Lulus TNI, Cerita Siswa Baru SKO Sultra Jalani Latihan Ketat
Adapun tiga negara pemasok barang impor terbesar selama Januari-Mei 2026 adalah Tiongkok senilai US$1.014,49 juta, Singapura senilai US$371,97 juta, dan Malaysia US$148,70 juta.
Hadi menyebutkan, menurut golongan penggunaan barang, impor Januari-Mei 2026 di banding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan yakni nilai barang modal sebesar US$740,24 juta atau naik 1.531,78 persen, bahan baku/penolong naik sebesar 381,58 persen atau naik senilai US$291,28 juta, dan barang konsumsi naik sebesar 685,65 persen atau naik senilai US$11,85 juta.
"Neraca perdagangan Sulawesi Tenggara Mei 2026 mengalami defisit US$20,96 juta," pungkasnya. (C)
Penulis: Laode Muh. Faisal
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS